Puhu: Kopi Otentik Desa Wisata Bandung di Pandeglang

  • 09 Okt 2025 10:22 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Sesuai dengan namanya, "Kopi Puhu, Kopinya Para Suhu". Yah, sajian kopi nikmat khas Pandeglang ini tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan para orang tua zaman dulu di Desa Wisata Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.

Mereka biasa mengkonsumsi kopi dari pohon kopi tua yang sudah lama tumbuh liar di tanah Banjar tanpa ditanam khusus oleh masyarakat. "Kopi Puhu berasal dari pohon kopi tua yang tumbuh liar, tidak ditanam secara khusus oleh masyarakat tempo dulu," kata Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bandung, Adam saat ditemui di lokasi.

Dikatakan Adam, berdasarkan tutur pitutur dari warga sekitar, sejak dahulu masyarakat di Kecamatan Banjar tidak pernah mengalami gangguan penyakit lambung akibat meminum kopi, sebab diproses secara tradisional.

Proses pengolahan Kopi Puhu dimulai dari masa panen, penumbukan, sangrai, hingga penyaringan yang sudah dilakukan sejak dahulu oleh nenek moyang, tanpa campuran bahan kimia.

Kini, Adam bersama para pemuda di Desa Wisata Bandung terus menggali potensi Kopi Puhu berkat dukungan kepala desa dan masyarakat setempat, sehingga menjadi produk unggulan yang diminati pihak luar.

Saat ini sudah ada sekitar 50 kelompok petani Kopi Puhu terdiri dari masyarakat sekitar. Jumlah ini masih terus berkembang. Adam mengaku ada rencana perluasan lahan untuk menanam Kopi Puhu. Saat ini lahan milik petani yang ditanami Kopi Puhu rata-rata sekitar satu hektar, namun penanaman kopi masih dicampur dengan tanaman lain.

Tantangan Pemasaran

Pemasaran produk ini saat ini terbatas pada warung lokal dengan melibatkan toko oleh-oleh sekitar dan outlet Bumdes di kecamatan dan belum masuk marketplace atau website. Dengan teknik pemasaran mengandalkan media sosial TikTok, Instagram, WhatsApp, dan sosialisasi ke sekolah.

Proses Pengolahan

Proses pengolahan Kopi Puhu dengan mMelibatkan masyarakat dalam proses sortir, penjemuran, hingga penggilingan dengan sistem pemberian upah pada setiap bagian. Kopi diklasifikasikan menjadi beberapa grade, tergantung pada tingkat kematangan biji saat dipanen.

Kebutuhan Inovasi

Perluasan pemasaran kopi Puhu ke marketplace dan aktivasi website. Selain itu memperbaharui promosi digital dengan strategi lebih intensif di media sosial dan melakukan pengecekan kemungkinan perluasan pohon kopi agar stok terjaga.

Potensi lokal ini harus terus didukung dan dikembangkan untuk mendukung ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ayo warga sedulur Banten, kembangkan potensi lokal dan inovasi di daerahmu menuju Banten Maju, Adil, Merata, Tidak Korupsi.

Rekomendasi Berita