Pandan’s Craft Perluas Inovasi Anyaman Pandan
- 03 Feb 2026 17:49 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Pandan's Craft terus mengembangkan produk kerajinan anyaman daun pandan untuk menyesuaikan dengan perubahan selera pasar. Pemilik usaha ini, Mutiara Hadi menjelaskan pada awalnya hanya memproduksi tikar, topi tradisional, dan tas kanerong, kini ragam produk yang dihasilkan semakin luas, mulai dari tas modern, sandal, hingga berbagai jenis suvenir dan produk pesanan khusus.
Usaha ini sendiri berlokasi di Kecamatan Banjar, Desa Kadulimus, Kabupaten Pandeglang, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan anyaman pandan. Sebagian besar pengrajinnya merupakan ibu-ibu yang mengandalkan keterampilan tangan sebagai sumber penghasilan tambahan.
Baca juga: Anyaman Pandan, Warisan Budaya Banjar Pandeglang
Daun pandan duri yang digunakan merupakan potensi alam lokal dengan karakter kuat dan ketersediaan yang melimpah. Melihat potensi tersebut, Pandan Scrab berupaya menghidupkan kembali tradisi anyaman pandan agar tetap lestari sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berbagai inovasi terus dilakukan, terutama dalam pengembangan desain, ukuran, dan kualitas produk. Upaya ini juga didukung oleh pendampingan serta pelatihan dari sejumlah instansi. Salah satu produk unggulan yang kini dikembangkan adalah topi ala Meksiko atau sombrero berbahan anyaman pandan, yang menjadi pembeda karena masih jarang diproduksi oleh pengrajin lain.
“Topi ala Meksiko ini menjadi produk unggulan kami karena secara kompetitif belum banyak yang memproduksi, sehingga peluang pasarnya masih terbuka luas,” ujarnya dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Banten, Selasa, 2 Februari 2026.
Baca juga: Pengrajin Pandan Pandeglang Dihadapkan Tantangan Regenerasi
Kapasitas produksi menyesuaikan jenis dan tingkat kerumitan produk. Dalam satu hari, seorang penganyam mampu menghasilkan dua hingga tiga lembar tikar, sementara pembuatan topi memerlukan waktu lebih lama. Penentuan harga produk didasarkan pada variasi model, ukuran, serta tingkat kesulitan pengerjaan.
Pemasaran produk dilakukan melalui pemesanan langsung, media sosial, marketplace, serta kerja sama konsinyasi dengan sejumlah hotel dan toko oleh-oleh. Melalui pengembangan berkelanjutan ini, Pandan Scrab diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kerajinan anyaman pandan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Pandeglang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....