Utami Pratiwi Andalkan Strategi dan Kolaborasi dalam Mengembangkan Usaha

  • 06 Okt 2026 10:30 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Perubahan selera konsumen dan kondisi ekonomi mendorong pelaku usaha kuliner untuk terus menyesuaikan strategi. Hal itu dilakukan Utami Pratiwi dalam mengembangkan Khansa Pizza, Yubin Bakery, dan Lapak Goceng Nouresha dengan menyasar segmen pasar yang berbeda.

Utami mengatakan, setiap lini usaha membutuhkan pendekatan yang berbeda. Ia membagi produk berdasarkan karakter pasar, termasuk menghadirkan merek dengan harga lebih terjangkau tanpa mengabaikan kualitas. Strategi tersebut dilakukan agar usaha tetap dapat menjangkau konsumen di tengah kenaikan harga bahan baku dan kondisi ekonomi yang berubah.

Menurutnya, pembagian pekerjaan menjadi salah satu cara menjaga efisiensi. Produk dengan margin lebih kecil tetap dapat dikembangkan dengan melibatkan tim sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih banyak dan efektif. Strategi tersebut kemudian melahirkan Nouresha yang salah satu produknya adalah donat berbentuk paha ayam.

Utami juga berusaha menciptakan produk yang memiliki pembeda agar tidak secara langsung berhadapan dengan produk sejenis yang sudah banyak dijual. Prinsip tersebut juga diterapkan ketika mengembangkan Lapak Goceng. Ia memilih waktu operasional siang hingga sore agar tidak mengambil pasar pedagang yang berjualan pada pagi hari.

“Saya enggak mau mengganggu tukang donat yang sudah banyak sepanjang jalan. Setiap menentukan suatu produk saya pikirkan apakah ada orang yang akan terganggu dengan produk yang saya launching,” ujarnya dalam program UMKM Bicara RRI Banten, Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam pengelolaan sejumlah usaha, Utami mengandalkan delegasi kepada karyawan dan tim. Ia melakukan evaluasi terhadap karakter serta kemampuan pekerja sebelum memberikan tanggung jawab. Pengalaman menghadapi pergantian karyawan juga menjadi proses untuk menentukan orang yang dinilai mampu dipercaya mengelola usaha.

Selain pengelolaan internal, pemasaran Yubin Bakery saat ini banyak mengandalkan WhatsApp dan rekomendasi pelanggan. Menurut Utami, pelanggan yang sudah percaya menjadi salah satu sumber promosi karena mereka mengenalkan produk kepada orang lain. Pola tersebut membuat pemasaran berkembang dari pelanggan lama menuju pelanggan baru.

“Ketika orang sudah repeat order, sekali beli kemudian kedua kali beli, berarti usaha kita itu ada masa depan. Ketika ada masa depan, kita harus bertanggung jawab,” katanya.

Utami menilai keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan kemampuan menjual, tetapi juga keseriusan menjaga kualitas, legalitas, kepercayaan pelanggan, dan kemampuan beradaptasi. Ia mendorong pelaku UMKM untuk berani mencoba, mengevaluasi hasil, kemudian memperbaiki kekurangan hingga menemukan pola usaha yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....