Pengrajin Batik Serang Masih Terbatas, Industri Perlu Diperkuat
- 03 Okt 2026 11:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Perkembangan industri wastra di Kota Serang masih menghadapi tantangan dari sisi ketersediaan bahan baku. Pegiat wastra sekaligus pelaku usaha fashion, Wina Mutia Sari, menyebut jumlah pengrajin batik di Kota Serang masih terbatas, sementara permintaan produk terus berkembang.
Kondisi tersebut menjadi kendala ketika pelaku usaha mendapatkan pesanan dalam jumlah besar. Produksi kain batik membutuhkan waktu karena sebagian pengrajin harus membuat kain berdasarkan pesanan. Situasi ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha yang dituntut memenuhi kebutuhan pasar secara cepat.
| Baca juga: Medsos Jadi Jalan Batik Dekat dengan Gen Z |
“Pengrajin batik di Kota Serang belum begitu banyak. Ketika mendapatkan pesanan besar, misalnya 50 lembar kain, kita harus menunggu sekitar dua minggu sampai produksinya selesai,” ujarnya saat berdialog bersama RRI PRO 1 Banten, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Wina, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan adanya peluang bagi masyarakat yang memiliki minat mengembangkan keterampilan di bidang batik. Pasar wastra dinilai masih terbuka, terutama karena masyarakat Banten memiliki kebutuhan terhadap pakaian berbasis kain tradisional untuk berbagai kegiatan.
Ia mengatakan, pengembangan industri tidak hanya membutuhkan produksi dalam jumlah besar, tetapi juga harus mempertahankan kualitas dan nilai budaya. Karena itu, desain produk dibuat dengan tetap menempatkan batik sebagai unsur utama, sementara model busana disesuaikan dengan perkembangan fashion.
“Peluangnya besar karena daya beli masyarakat Banten cukup baik. Harapannya semakin banyak pengrajin batik di Kota Serang dan semakin variatif model maupun motif yang dihasilkan,” ujarnya.
Di sisi lain, dukungan pemerintah dan lembaga terkait dinilai turut membantu pelaku UMKM memperluas pasar. Fasilitasi pameran, pelatihan, serta peningkatan kualitas produk menjadi bagian dari dukungan yang telah dirasakan pelaku usaha. Ia berharap pendampingan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan agar pengembangan industri wastra tidak berhenti pada tahap promosi dan pameran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....