Medsos Jadi Jalan Batik Dekat dengan Gen Z
- 02 Okt 2026 11:41 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Media sosial menjadi salah satu strategi yang dimanfaatkan untuk memperkenalkan batik Lebak kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok dinilai mampu menjangkau anak muda sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai batik dan budaya daerah.
Winner Duta Batik Kabupaten Lebak 2025, Uvi Yulia Safitri mengatakan, pemanfaatan platform digital menjadi bagian dari upaya mengenalkan batik kepada generasi muda. Menurutnya, pendekatan melalui media sosial dapat membuat batik lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda.
| Baca juga: Ibadah Bukan Sekadar Mengejar Rezeki |
"Pengaruh media sosial itu sangat sangat besar karena dengan kita melakukan pendekatan melalui media sosial, batik sendiri bisa lebih dikenal. Bahkan dengan tidak dengan cara kita tatap langsung, tapi dengan kita mengenakan dan sekedar berfoto menggunakan batik, orang-orang bisa melihat, 'Oh, ini ternyata batiknya Lebak,'" ujar Uvi, Jumat, 2 Oktober 2026.
Uvi menjelaskan, konten mengenai batik tidak harus selalu bersifat formal atau edukatif secara langsung. Konten yang mengikuti tren media sosial, seperti fit check menggunakan batik maupun video transisi di TikTok, dinilai dapat menjadi cara menarik untuk memperkenalkan batik kepada Gen Z.
"Salah satunya mungkin konten TikTok, yaitu transisi. Jadi kita kayak fit check begitu, sedang acara, terus kita melakukan fit check atau mungkin ketika kita mau berangkat ke kampus, berangkat kerja dan kita menggunakan batik, lalu kita membuat video TikTok," katanya.
Menurut Uvi, penggunaan media sosial juga dapat menunjukkan bahwa batik bisa dipadukan dengan gaya berpakaian anak muda. Batik tidak harus selalu digunakan dalam acara formal, tetapi dapat dikombinasikan dengan jeans, sneakers, outer, maupun pakaian kasual lainnya.
“Dengan demikian, nilai dan identitas budaya tetap dipertahankan, sementara cara mengenalkannya dapat mengikuti perkembangan zaman,” ucap Uvi.
Uvi berharap pemanfaatan media sosial tidak hanya membuat batik menjadi tren sesaat, tetapi mendorong generasi muda untuk mengenal dan menghargai makna di balik setiap motif. Ia menilai selama masih ada generasi yang mau memakai, mengenal, dan menceritakan batik, budaya tersebut akan tetap hidup dan dekat dengan generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....