Pintu Tol Bojong Jadi Kunci Utama Buka Isolasi Ekonomi Banten Selatan

  • 02 Okt 2026 20:42 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Kehadiran Pintu Tol Bojong yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A (Cileles–Panimbang) disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Infrastruktur bebas hambatan ini diproyeksikan sebagai instrumen vital untuk memecah isolasi ekonomi sekaligus mendongkrak arus investasi di wilayah Banten Selatan.

Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyatakan bahwa pintu tol tersebut akan berfungsi sebagai koridor logistik utama bagi perusahaan manufaktur, pusat pertanian, hingga industri hilirisasi perikanan. Keberadaannya diyakini mampu memangkas biaya operasional dan mempercepat distribusi hasil bumi ke pasar regional maupun nasional.

"Pintu Tol Bojong sengaja dipersiapkan untuk menopang dua potensi raksasa yang saat ini tengah digodok oleh Pemkab Pandeglang, sebagai hub dalam mengintegrasikan potensi daerah dengan pasar nasional maupun internasional," ujar Iing, Jumat 2 Oktober 2026.

Ia menjelaskan pembangunan gerbang tol tersebut disiapkan secara khusus untuk menopang dua potensi raksasa daerah, yakni pengembangan zona industri baru seluas 1.190 hektare serta rencana pembangunan Pelabuhan Perikanan Terpadu di Kecamatan Cikeusik. Zona industri utama ini mencakup lima wilayah kecamatan, yaitu Bojong, Pagelaran, Sukaresmi, Cibitung, dan Cikeusik.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memberikan kemudahan perizinan serta karpet merah bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan tersebut. Selain menggenjot sektor industri dan logistik, Menurut Iing kehadiran akses tol ini juga dirancang sebagai jalur pintas atau shortcut strategis bagi wisatawan yang hendak berlibur ke destinasi pesisir pantai di Banten Selatan.

Sementara itu, Manajer Bidang Pengembangan Sistem PT Wika Serang-Panimbang, Muhammad Albagir, mengungkapkan bahwa progres konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A ruas Cileles hingga Bojong sepanjang 17,46 kilometer telah memasuki tahap akhir. Realisasi fisik pengerjaan proyek strategis nasional ini bahkan telah mencapai angka 95,79 persen.

"Capaian fisik pengerjaan Seksi 3A sudah mencapai 95,79 persen dan seluruh konstruksinya ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan November 2026 mendatang," kata Muhammad Albagir.

Sementara, Camat Bojong, Furkon, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas beroperasinya pintu keluar tol di wilayahnya. Kehadiran infrastruktur masif ini diyakini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi daya tarik baru bagi masuknya investasi serta kebangkitan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

"Dukungan ini sejalan dengan harapan masyarakat dan pemerintah daerah agar infrastruktur strategis nasional ini dapat mengakselerasi roda ekonomi, mendatangkan investasi, serta menghidupkan sektor UMKM di sekitar area pintu tol," ujar Furkon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....