Atasi Banjir, Pemkot Tangsel Bangun Turap 204 Meter di Bukit Nusa Indah
- 14 Sep 2026 23:25 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemkot Tangsel mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir dengan membangun turap sepanjang 204 meter di kawasan Bukit Nusa Indah, Kecamatan Ciputat.
- Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menegaskan, pemetaan wilayah rawan genangan terus dilakukan untuk memastikan penanganan infrastruktur bisa tepat sasaran.
- Proyek pengendali banjir melibatkan pembangunan infrastruktur di sejumlah titik rawan di Tangerang Selatan sebagai bagian dari strategi mitigasi banjir pemerintah kota.
RRI.CO.ID, Tangsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus menggenjot proyek pengendali banjir dengan membangun infrastruktur di sejumlah titik rawan. Salah satu pengerjaan saat ini tengah ngebut di kawasan Bukit Nusa Indah, Kecamatan Ciputat, lewat pembangunan turap sepanjang 204 meter.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menegaskan, pemetaan wilayah rawan genangan terus dilakukan agar penanganan infrastruktur bisa tepat sasaran.
"Pemkot Tangsel berkomitmen untuk terus melakukan penanganan banjir, salah satunya dengan memperkuat infrastruktur pengendali aliran air seperti pembangunan turap ini," ujar Pilar, Senin, 14 September 2026.
Pilar mengatakan, penanganan banjir dilakukan dengan melihat kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pembangunan turap di Bukit Nusa Indah menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sistem pengendalian aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir bagi masyarakat sekitar.
Sementara Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel, Robby Cahyadi, menjelaskan proyek ini digarap untuk merespons aduan warga terkait banjir yang kerap merendam kawasan tersebut.
Robby merinci, turap beton tersebut dibangun di sisi kiri dan kanan aliran air dengan panjang masing-masing 102 meter. Pengerjaannya juga dipaketkan dengan pembangunan pagar parapet sepanjang 90 meter serta jalur pedestrian sekaligus jalan inspeksi.
"Ada pagar parapet juga, jadi pedestrian di pinggiran turapnya sekaligus ada jalan inspeksi," kata Robby.
Proyek penangkalan banjir yang turut dilengkapi pintu air dan klep tabok ini ditargetkan rampung pada Desember 2026. Kehadiran infrastruktur baru tersebut diharapkan mampu meredam potensi banjir yang selama ini dikeluhkan warga sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....