Harga Bahan Baku Naik, Omzet Pengusaha Kerupuk Citra Turun 25 Persen

  • 01 Okt 2026 15:49 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Omzet Kerupuk Citra di Kota Serang menurun sekitar 25 persen sejak kenaikan harga bahan baku tepung tapioka dan minyak pasca Lebaran.
  • Pengusaha Heri Herdianadi mengalami peningkatan biaya produksi namun tidak dapat menaikkan harga jual untuk mempertahankan daya saing pasar.
  • Kenaikan harga bahan produksi berdampak signifikan pada margin keuntungan usaha kerupuk skala menengah di wilayah Pekarungan, Serang.

RRI.CO.ID, Serang - Kenaikan harga tepung tapioka dan minyak mulai berdampak pada omzet usaha Kerupuk Citra di Pekarungan, Kecamatan Serang, Kota Serang. Pendapatan usaha tersebut turun sekitar 25 persen sejak kenaikan harga bahan baku dirasakan setelah Lebaran.

Pengusaha Kerupuk Citra, Heri Herdianadi mengatakan, kenaikan harga bahan produksi membuat biaya pembuatan kerupuk ikut bertambah. Sementara harga jual tetap dipertahankan.

“Paling jalan satu-satunya kerupuk dikecilin, penghasilan berkurang,” kata Heri, Kamis, 1 Oktober 2026.

Heri menyebut, harga tepung tapioka kini mencapai Rp1,4 juta per kuintal. Sebelumnya, bahan utama tersebut masih berada di kisaran Rp900 ribu per kuintal.

Kenaikan juga terjadi pada minyak yang digunakan dalam proses produksi. Harganya kini sekitar Rp20 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp18 ribu.

“Minyak juga naik, semuanya naik,” ujar Heri.

Sebelumnya, Heri menggunakan minyak curah yang dibeli dalam jeriken untuk kebutuhan produksi. Kini ia beralih menggunakan minyak kemasan.

“Dulu minyak curah, yang pakai jeriken. Sekarang minyak kemasan,” katanya.

Untuk menekan dampak kenaikan biaya produksi, ukuran kerupuk diperkecil. Harga jual tidak ikut dinaikkan dan tetap berada di kisaran Rp1.000 per bungkus. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah biaya produksi meningkat.

“Kerupuknya enggak dinaikin. Tetap harga seribuan,” ujar Heri.

Kerupuk Citra yang berlokasi di RT 04 RW 03, Pekarungan, merupakan usaha keluarga yang telah berjalan sekitar 20 tahun. Usaha tersebut sebelumnya dirintis orang tua Heri dan kemudian diteruskan hingga sekarang.

Dalam perkembangannya, produksi yang awalnya membuat opak dan kerupuk putih kini lebih fokus pada kerupuk putih. Proses produksi juga sudah menggunakan alat pemotong sehingga tidak sepenuhnya mengandalkan peralatan sederhana.

Usaha tersebut melibatkan sekitar 30 pekerja. Produk Kerupuk Citra dipasarkan ke Serang, Cilegon, serta sejumlah wilayah lain di Banten.

Di tengah perubahan biaya produksi, Heri tetap menjalankan kegiatan produksi dan mempertahankan pemasaran ke sejumlah daerah di Banten. Penyesuaian dilakukan agar usaha tetap berjalan di tengah kenaikan harga bahan baku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....