Dari Modal Kecil, Kerupuk Citra Pekarungan Bertahan Selama Dua Dekade

  • 30 Sep 2026 08:20 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Kerupuk Citra beroperasi selama dua dekade di Pekarungan, Kecamatan Serang, Kota Serang dengan tetap mempertahankan eksistensi bisnis rumahan.
  • Bisnis ini berkembang dari modal minimal dan peralatan seadanya menjadi usaha yang teralih ke generasi berikutnya dengan peningkatan efisiensi produksi.
  • Adopsi alat pemotong mekanis menggantikan metode manual yang memakan waktu, meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi kerupuk.

RRI.CO.ID, Serang - RRI.CO.ID, Serang - Deru mesin pemotong adonan dan gurihnya aroma minyak panas menyambut siapa saja yang melintas di kawasan Pekarungan, RT 04 RW 03, Kecamatan Serang, Kota Serang. Di sudut pemukiman inilah dapur Kerupuk Citra mengepul, menjaga denyut bisnis rumahan yang sudah bertahan selama dua dekade.

Berawal dari modal cekak dan peralatan seadanya, pengelolaan bisnis keluarga ini perlahan berpindah tangan ke generasinya. Alat pemotong mekanisnya pun kini menggantikan cara manual yang dulu memakan waktu.

"Awalnya modal kecil banget. Lama-lama alhamdulillah bisa beli alat pemotong sendiri, jadi kerjaan jauh lebih cepat," tutur pengusaha Kerupuk Citra, Sariah, Selasa, 29 September 2026.

Jika dulu sempat memproduksi kerupuk opak, Kerupuk Citra kini fokus pada satu varian: kerupuk putih mawar yang renyah. Roda produksi disokong oleh 30 orang pekerja yang mayoritas memboyong keahlian dari Ciamis, Jawa Barat. Enam orang bertugas mengolah adonan di dapur cetak, sementara sisanya menjadi pilar pemasaran di lapangan.

Tak seperti pabrik yang menunggu pembeli datang, armada Kerupuk Citra bergerilya langsung menjajakan dagangan ke pasar-pasar tradisional hingga warung makan di wilayah Serang dan Cilegon.

Dua puluh tahun berjalan tentu tak sepi dari gelombang ujian. Sariah masih ingat betul bagaimana hantaman pandemi Covid-19 sempat melumpuhkan daya beli masyarakat. Meski omzet melorot tajam, ia dan keluarganya memilih tidak merumahkan satu pun pekerja.

Ujian tak berhenti di situ. Saat kelangkaan minyak goreng melanda beberapa waktu lalu, dapur produksi sempat kelimpungan selama dua bulan.

"Gara-gara minyak jarang di toko, pusing keliling nyarinya. Tapi harus tetap dapat supaya dapur bisa ngebul," kata Sariah mengenang masa-masa sulit dahulu.

Kuncinya ada pada keluwesan menyiasati keadaan. Jika minyak jeriken mahal, pilihan beralih ke minyak kemasan, begitu pula sebaliknya. Informasi ketersediaan bahan baku dari jaringan sesama pedagang menjadi penyambung nyawa usaha ini.

Kini, di tengah harga aci dan minyak goreng yang masih fluktuatif, Kerupuk Citra membuktikan bahwa usaha rumahan berbasis kekeluargaan mampu berdiri kokoh. Dari sebuah gang di Pekarungan, renyahnya kerupuk putih itu terus mengisi meja-meja makan di seantero Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....