Harga Plastik di Pasar Rau Melonjak, Pedagang Ngeluh Pasokan Tersendat
- 28 Sep 2026 16:00 WIB
- Banten
Poin Utama
- Harga plastik kemasan di Kota Serang mengalami lonjakan pada September 2026, melanjutkan tren kenaikan yang telah berulang lebih dari sepuluh kali sejak awal tahun.
- Tiga jenis plastik yang paling banyak dicari konsumen, yaitu tipe PE, PP, dan kresek HD, mengalami kenaikan harga paling drastis menurut pemilik Toko Nada Plastik.
- Lonjakan harga plastik kemasan telah menjadi masalah berkelanjutan yang mempengaruhi industri kemasan dan biaya produksi di wilayah Kota Serang.
RRI.CO.ID, Serang - Harga berbagai jenis plastik kemasan di Kota Serang kembali melonjak sepanjang September 2026. Perubahan harga ini memperpanjang tren kenaikan yang terus berulang dan diklaim telah terjadi lebih dari sepuluh kali sejak awal tahun.
Seorang pemilik Toko Nada Plastik di Pasar Induk Rau, Gery mengungkapkan, kenaikan paling drastis menyasar tiga jenis plastik yang paling banyak dicari konsumen, yakni tipe PE, PP, dan kresek HD.
PE merupakan singkatan dari polyethylene, jenis plastik yang banyak digunakan sebagai kantong atau pembungkus. PP atau polypropylene umum digunakan untuk kemasan makanan dan berbagai kebutuhan kemasan. Sedangkan HD atau high density polyethylene (HDPE) dikenal sebagai bahan kantong kresek dan kemasan yang lebih kuat.
"Awal bulan harga plastik PE masih Rp35 ribu per kilogram, terus naik ke Rp37 ribu, dan sekarang sudah mau tembus Rp40 ribu. Jenis PP malah dari Rp37 ribu sekarang jadi Rp42 ribu," kata Gery di lapaknya, Senin, 28 September 2026.
Gery membeberkan, lompatan harga ini dipicu oleh mahalnya bahan baku minyak bumi dari pabrik produsen. Situasi kian diperparah oleh tersendatnya distribusi barang, di mana pesanan stok toko ke pabrik bahkan sempat tertahan hingga hampir dua bulan.
Imbas tingginya harga kemasan ini mulai merembet ke pelaku usaha kuliner di Kota Serang. Zam Zam, pemilik warung nasi padang di kawasan Kaligandu, mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk modal belanja pembungkus makanan.
Meski biaya operasional membengkak, Zam Zam memilih bertahan dan belum menaikkan harga porsi makanan agar tidak kehilangan pelanggan. Ia terpaksa memangkas margin keuntungan demi menutup tingginya biaya belanja plastik kemasan.
“Kalau untuk kenaikan ya memang harus. Kita harus nambah lagi. Kalau harga jual masih sama, cuma kita dapatnya sedikit,” kata Zam Zam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....