Antisipasi Kelangkaan Pangan Disketapan Lebak Lakukan Koordinasi Lintas OPD
- 20 Sep 2026 19:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Menghadapi ancaman gagal panen akibat kekeringan pada musim kemarau, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas dan lembaga terkait untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga. Koordinasi tersebut dilakukan bersama Dinas Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan dan mengalami kerusakan tanaman pertanian. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, mengatakan hasil pemetaan menunjukkan sejumlah kecamatan diprediksi terdampak langsung oleh kondisi kekeringan.
“Dari hasil pemetaan, ada sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak kekeringan,” kata Imam Rismahayadin, Sabtu, 19 September 2026.
Wilayah yang masuk dalam pemetaan tersebut antara lain Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Wanasalam, Maja, Cipanas, Muncang, dan Warunggunung. Tingkat dampak kekeringan di setiap wilayah berbeda-beda. Sejumlah daerah mengalami kondisi tanaman yang lebih berat dibandingkan wilayah lainnya.
Berdasarkan hasil pemetaan, Kecamatan Rangkasbitung dan Kalanganyar menjadi wilayah yang mengalami kerusakan tanaman atau kondisi hampir gagal panen paling berat.
“Yang terberat berdasarkan pemetaan ada di Rangkasbitung dan Kalanganyar,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi tersebut masih dapat ditanggulangi melalui berbagai langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengoptimalkan pompanisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.
Optimalisasi pompanisasi dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak kekeringan, terutama pada lahan pertanian yang masih memungkinkan mendapatkan pasokan air. Imam mengatakan upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak paling berat.
Kecamatan lain yang masuk dalam pemetaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan penanganan kekeringan dapat dilakukan secara terpadu.
Data mengenai kondisi lahan dan tanaman menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan. Dinas Pertanian bersama PPL memiliki peran dalam memberikan informasi mengenai kondisi tanaman di lapangan.
Data tersebut kemudian menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi dampak terhadap produksi pangan. Pemetaan wilayah terdampak juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan berkurangnya produksi pertanian selama musim kemarau.
Penurunan produksi akibat gagal panen dapat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan, khususnya komoditas beras yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, kebutuhan beras masyarakat di daerah tersebut mencapai sekitar 17 ribu ton per bulan.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipasi apabila terjadi penurunan produksi akibat kekeringan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia untuk lahan pertanian melalui pompanisasi.
Koordinasi dengan perangkat daerah dan petugas di lapangan terus dilakukan untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai kondisi pertanian di masing-masing wilayah. Informasi dari lapangan diperlukan untuk mengetahui luas lahan yang terdampak, tingkat kerusakan tanaman, serta potensi hasil panen yang masih dapat diselamatkan.
Dengan pemetaan tersebut, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, terutama pada wilayah yang mengalami kekeringan dengan tingkat dampak lebih tinggi. Pemerintah Kabupaten Lebak juga perlu memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah ancaman penurunan produksi pertanian selama musim kemarau.
Dinas Ketahanan Pangan bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan kondisi pertanian dan ketersediaan pangan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak kekeringan. Langkah koordinasi dan pemantauan tersebut dilakukan untuk menekan dampak gagal panen sekaligus menjaga pasokan pangan masyarakat Kabupaten Lebak selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....