El Nino Menguat, Kemarau di Banten Diprediksi Lebih Panjang
- 16 Sep 2026 14:19 WIB
- Banten
Poin Utama
- Musim kemarau di Banten tahun ini diprediksi akan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya akibat penguatan fenomena El Niño.
- Fenomena El Niño diperkirakan akan terus menguat hingga awal 2027 dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Banten.
- Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Oktavia Setiowati menekankan bahwa curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah.
RRI.CO.ID, Serang - Musim kemarau di Provinsi Banten pada tahun ini, diperkirakan akan lebih kering dan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang terus menguat hingga awal 2027 dan berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.
Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Oktavia Setiowati mengatakan, kondisi kemarau tahun ini perlu mendapat perhatian karena curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah.
“Musim kemarau tahun 2026 ini lebih kering daripada tahun 2025. Hal ini disebabkan karena adanya fenomena El Nino yang terus menguat ini sampai dengan awal tahun 2027,” katanya dalam program Spada bersama RRI Pro 2 Banten, Rabu, 16 September 2026.
Ana menjelaskan, kondisi kemarau yang lebih kering dan panjang dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Selain kebutuhan masyarakat, sektor pertanian juga berpotensi terdampak akibat berkurangnya volume air pada bendungan dan saluran irigasi.
Menurutnya, pola kemarau tahun ini memiliki kemiripan dengan kondisi pada 2023 ketika Banten dan sejumlah wilayah lainnya juga menghadapi fenomena El Nino dengan intensitas kuat. Agustus dan September menjadi periode yang perlu diwaspadai karena merupakan puncak musim kemarau.
“Agustus dan September merupakan puncak musim kemarau, artinya di sini bahwa hujan akan sangat-sangat jarang terjadi dan kita juga perlu mewaspadai akan adanya peningkatan suhu udara yang ekstrem pada siang hari,” ujarnya.
Ana menyebut, wilayah Banten bagian utara menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian lebih karena kondisi kekeringan mulai meningkat. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, sebagian Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Cilegon. Sementara Pandeglang dan Lebak di bagian tengah serta selatan juga tetap perlu diwaspadai.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kekeringan di Banten. Masyarakat diminta memperhatikan informasi cuaca dan iklim untuk mengantisipasi dampak kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober.
"Kami mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan kebutuhan air sekaligus mengantisipasi peningkatan suhu selama puncak kemarau berlangsung," kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....