Puncak Kemarau, BMKG Imbau Warga Hemat Air hingga Oktober
- 16 Sep 2026 11:21 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Masyarakat Provinsi Banten diminta bijak menggunakan air bersih selama puncak musim kemarau 2026. BMKG memprediksi kondisi kemarau masih berlangsung hingga Oktober sebelum sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan pada November mendatang.
Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan keterbatasan curah hujan dapat memengaruhi ketersediaan sumber air bersih. Karena itu, masyarakat perlu menjaga penggunaan air agar cadangan yang tersedia dapat dimanfaatkan bersama.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bijak menggunakan air karena kita sekarang sudah berada pada puncak musim kemarau dan ini akan bertahan sampai dengan bulan Oktober,” katanya dalam program Spada bersama RRI Pro 2 Banten, Rabu, 16 September 2026.
Ana menjelaskan, musim kemarau 2026 dipengaruhi fenomena El Nino yang membuat kondisi lebih kering dan panjang. Selain kekurangan air, masyarakat juga perlu mewaspadai peningkatan suhu udara pada siang hari selama periode puncak kemarau.
Ia menyebut musim hujan diperkirakan mulai memasuki wilayah Lebak pada November. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta mengelola persediaan air secara hati-hati hingga hujan kembali terjadi.
“Sehingga kita perlu bijak menggunakan air bersih sehingga sumber-sumber air bersih itu bisa kita jaga dan cadangan air bersih juga cukup untuk kita gunakan bersama,” ujarnya.
Selain persoalan air, Ana mengingatkan masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika suhu udara meningkat drastis pada siang hari. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh selama kondisi panas.
BMKG turut meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun ranting pohon secara sembarangan. Kondisi kemarau yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan sehingga aktivitas pembakaran perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Ana juga meminta masyarakat memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG. Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang sesuai dengan perkembangan kondisi terbaru dan tidak terpengaruh informasi yang tidak benar.
“Yang terakhir adalah untuk memantau terus informasi dari BMKG melalui kanal-kanal resmi dan tidak terpengaruh akan adanya hoaks,” ucapnya.
BMKG terus melakukan pemantauan kondisi kekeringan di wilayah Banten. Masyarakat, khususnya di wilayah yang mulai mengalami peningkatan kekeringan, diharapkan dapat mengantisipasi keterbatasan air selama puncak musim kemarau berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....