Sekolah di Kota Serang Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka

  • 14 Sep 2026 12:18 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Sekolah-sekolah Kota Serang kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah lima hari menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.
  • Kebijakan PJJ yang diterapkan pada 7 hingga 11 September 2026 resmi dicabut oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.
  • Keputusan mencabut PJJ diambil setelah kualitas udara berangsur pulih seiring menurunnya aktivitas erupsi di Selat Sunda.

RRI.CO.ID, Serang – Aktivitas belajar mengajar tatap muka di sekolah-sekolah Kota Serang kembali normal setelah lima hari siswa-siswi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau. Kebijakan PJJ yang sebelumnya diterapkan pada 7 hingga 11 September 2026 resmi dicabut oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, keputusan ini diambil setelah kualitas udara berangsur pulih seiring menurunnya aktivitas erupsi di Selat Sunda.

"Melihat perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau semakin membaik dan mutu udara mengalami perbaikan luar biasa, kami menerbitkan surat edaran agar kegiatan belajar kembali luring," ujar Ahmad Nuri, Senin, 14 September 2026.

Salah satu sekolah yang kembali menggelar pembelajaran tatap muka yakni SD Negeri Banjarsari 5 Kota Serang. Kepala SD Negeri Banjarsari 5, Anton Setiadi mengatakan, siswa kembali belajar di sekolah setelah masa PJJ berakhir.

“Alhamdulillah dengan berakhirnya masa-masa PJJ, kita di SD Negeri Banjarsari 5 kembali belajar di sekolah, melakukan tatap muka,” ujar Anton, Senin 14 September 2026.

Meski kegiatan belajar sudah kembali berlangsung di sekolah, antisipasi terhadap abu vulkanis tetap dilakukan. Siswa diminta membawa masker dan menyimpannya di dalam tas untuk digunakan jika abu vulkanis kembali muncul secara tiba-tiba.

“Kami selalu mengantisipasi, khawatir abu vulkanis itu datang secara tiba-tiba. Kita tetap mengedukasi kepada siswa-siswi supaya tetap mempersiapkan masker di tasnya masing-masing,” katanya.

Pada hari pertama sekolah pasca-PJJ, Anton meminta siswa memanfaatkan pembelajaran tatap muka untuk mengejar materi yang belum tersampaikan atau belum dipahami selama belajar dari rumah.

“Manfaatkan waktunya untuk belajar di sekolah karena kemarin belajar di rumah khawatir ada materi-materi yang tidak tersampaikan, ada materi-materi yang tidak dipahami,” ujarnya.

Siswa juga diminta tetap waspada, mematuhi aturan sekolah dan mengikuti instruksi yang diberikan pihak sekolah selama kegiatan belajar berlangsung. “Mohon tetap waspada, tetap mematuhi aturan-aturan yang ada dan tetap mengikuti instruksi-instruksi yang diberikan oleh sekolah,” kata Anton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....