Aktivitas Belajar di Kota Serang Dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh

  • 06 Sep 2026 19:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Aktivitas belajar tatap muka di seluruh satuan pendidikan Kota Serang dialihkan sementara ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik. Pembelajaran Jarak Jauh atau Belajar dari Rumah (BDR) tersebut berlaku bagi siswa PAUD/TK, SD, dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, kebijakan tersebut menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Ahmad Nuri mengatakan keputusan penerapan PJJ dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi erupsi dan hasil koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

“Proses KBM dilakukan secara daring, PJJ atau belajar di rumah. Langkah ini atas pertimbangan dari BPBD, dari Dinas LH, dari Dinas Kesehatan, dan restu pimpinan,” kata Ahmad Nuri, Minggu, 6 September 2026.

Ia mengatakan, PJJ diberlakukan selama satu hari, sambil menunggu perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu vulkanik. “Waktu pembelajaran secara daring ini dilakukan hanya satu hari untuk hari Senin, sambil menunggu perkembangan-perkembangan berikutnya,” ujarnya.

Selama PJJ, kepala satuan pendidikan diminta memastikan kegiatan belajar tetap berjalan aktif dan terarah. Sekolah dapat memanfaatkan portal LMS, Google Classroom maupun media daring resmi sekolah. Kepala sekolah juga diminta memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, termasuk kehadiran pendidik dan peserta didik secara daring.

“Yang kedua, kepala sekolah memastikan dan memantau proses KBM secara daring sampai efektivitas pembelajarannya dilakukan di masing-masing satuan pendidikan,” katanya.

Dinas Pendidikan juga meminta orang tua atau wali murid mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Aktivitas anak di luar ruangan perlu dikurangi untuk menghindari paparan abu vulkanik secara langsung. Orang tua juga diminta memastikan anak menggunakan masker standar medis atau respirator jika harus beraktivitas di luar rumah.

“Jangan sampai ketika pasca-KBM daring mereka keluar tanpa ada perhatian dan tidak menggunakan masker,” ujar Ahmad Nuri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....