Pencarian Hari Ketiga Belum Buahkan Hasil, Basarnas Perluas Sektor Operasi
- 11 Sep 2026 06:25 WIB
- Banten
RRI.CO.ID , Pandeglang – Berakhirnya hari ketiga pencarian pada Kamis 10 September 2026, Tim SAR gabungan belum berhasil menemukan lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin 7 September 2026. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi memperluas area operasi menjadi enam sektor pengercarian.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa kedaruratan yang menimpa para jurnalis dan kru kapal tersebut. Ia menegaskan negara memberikan perhatian khusus dan mengerahkan seluruh kekuatan penuh untuk memaksimalkan proses evakuasi di lapangan.
"Atas nama pemerintah, kami dari Badan SAR Nasional menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas terjadinya kedaruratan ini," ujar Syafii dalam konferensi pers di Pos SAR Basarnas, Pantai Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis 10 September 2026.
Operasi SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Kepala Kantor SAR Banten ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari unsur TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah melalui BPBD, hingga berbagai potensi SAR dari wilayah Banten dan Lampung. Ia menjelaskan pada hari pertama, cakupan pencarian difokuskan pada tiga sektor sebelum akhirnya diperluas menjadi lima sektor pada hari kedua, dan kini dimaksimalkan menjadi enam sektor wilayah operasi.
Kekuatan alutsista dan personel juga disebutnya akan dikerahkan secara masif dalam misi penyelamatan ini. Sebanyak 11 unit kapal dari berbagai instansi serta lebih dari 300 personel inti diterjunkan langsung ke laut untuk menyisir titik-titik koordinat yang dicurigai menjadi lokasi hilangnya korban.
"Saya pastikan pemerintah dibantu pemerintah daerah dengan seluruh kekuatan yang ada di kementerian dan lembaga akan berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan tugas ini," ujar Syafii.
Di sisi lain, Basarnas mengimbau kepada pihak keluarga, media, dan masyarakat luas agar senantiasa merujuk pada satu pintu informasi resmi yang dikeluarkan oleh posko SAR. Setiap data, laporan masyarakat, maupun hasil analisis lapangan yang masuk akan terus diolah secara berkala melalui evaluasi rutin setiap sore guna memperbesar peluang ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....