Andra Soni Minta Operasi Pencarian Jurnalis Diperpanjang

  • 14 Sep 2026 07:24 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Gubernur Banten Andra Soni resmi meminta Badan SAR Nasional memperpanjang durasi operasi pencarian yang telah mencapai batas waktu standar tujuh hari.
  • Total delapan orang hilang di perairan Selat Sunda terdiri dari 5 jurnalis, 2 anak buah kapal, dan 1 pemandu wisata yang masih belum ditemukan.
  • Pemerintah daerah Banten berkomitmen mengakomodasi aspirasi keluarga korban dengan terus mengkoordinasikan upaya pencarian melalui Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang.

RRI.CO.ID, Pandeglang – Gubernur Banten, Andra Soni, meminta Badan SAR Nasional untuk memperpanjang durasi masa operasi pencarian 5 jurnalis, 2 anak buah kapal, dan seorang pemandu wisata yang hilang di perairan Selat Sunda. Permintaan resmi tersebut disampaikan menyusul batas waktu standar operasi pencarian selama tujuh hari yang hampir selesai.

Pernyataan tersebut diungkapkan Andra Soni usai mengikuti rilis perkembangan pencarian di Posko SAR Gabungan Carita, Pandeglang sekaligus menemui langsung pihak keluarga korban. Menurutnya pemerintah daerah berupaya mengakomodasi seluruh aspirasi keluarga yang menantikan kepastian kabar para jurnalis dan awak kapal yang belum ditemukan.

"Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas sebagai pemimpin operasi ini untuk kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan ini dan melihat beberapa potensi yang ditemukan hari ini," ujar Andra Soni, Minggu, 13 September 2026.

Sebelumnya, dia mengatakan pihak keluarga menyampaikan sejumlah petunjuk serta firasat agar tim penyelamat menyisir kembali kawasan pulau di sekitar lokasi kejadian. Seluruh masukan teknis tersebut pun langsung diteruskan kepada komandan lapangan guna ditindaklanjuti secara terukur.

"Pihak keluarga menyampaikan harapan untuk disisir kembali Pulau Sebesi, pulau yang memang ada penduduknya, dan insyaallah itu akan dikoordinasikan," katanya.

Pemerintah Provinsi Banten juga telah menyediakan fasilitas akomodasi terpusat bagi keluarga korban agar koordinasi berjalan efektif. Tim medis dari dinas kesehatan turut disiagakan guna memantau kondisi fisik dan mental pendamping selama masa pencarian berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....