DLH Cilegon Pastikan Emisi Industri Masih di Bawah Baku Mutu
- 10 Sep 2026 11:13 WIB
- Banten
Poin Utama
- DLH Kota Cilegon memastikan hasil pemantauan kualitas udara dari sektor industri masih berada di bawah baku mutu meskipun ada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Setiap industri memiliki kewajiban melakukan pemantauan kualitas udara secara mandiri dan melaporkan hasil pemantauannya kepada DLH secara berkala.
- Hasil pemantauan dari setiap industri akan dievaluasi oleh DLH untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas udara yang berlaku.
RRI.CO.ID, Cilego — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon memastikan hasil pemantauan kualitas udara dari sektor industri masih berada di bawah baku mutu. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan kualitas udara di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Bidang Pengendali Lingkungan DLH Kota Cilegon, Deny Yuliandi mengatakan, setiap industri memiliki kewajiban melakukan pemantauan secara mandiri. Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan kepada DLH secara berkala untuk dilakukan evaluasi.
Deny menjelaskan, laporan hasil pemantauan dari masing-masing industri diterima DLH setiap enam bulan. Jika ditemukan parameter yang melebihi baku mutu, pihaknya akan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab sekaligus mencari solusi penanganannya.
"Apabila terdapat salah satu parameter dari pemantauan yang dilakukan melebihi baku mutu, kami akan telusuri dan kami cari penyebabnya serta kami upayakan juga untuk solusi penanggulangannya," ujarnya dalam dialog Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Kamis, 10 September 2026.
Menurut Deny, berdasarkan laporan pemantauan yang diterima DLH selama ini, hasil pemantauan yang dilakukan industri masih berada di bawah baku mutu. Pemantauan tersebut menjadi penting karena Cilegon merupakan wilayah dengan aktivitas industri yang cukup tinggi.
Selain kawasan industri, DLH juga melakukan pemantauan di sejumlah wilayah lain untuk memastikan kondisi udara tetap aman bagi masyarakat. Pemantauan dilakukan di kawasan industri seperti Ciwandan dan Grogol, serta mencakup kawasan lalu lintas, perkantoran, perdagangan dan jasa, hingga permukiman.
Deny mengatakan perbedaan antara pengaruh aktivitas industri dan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dilihat melalui parameter yang diukur. Aktivitas industri lebih berkaitan dengan parameter gas, sedangkan aktivitas gunung api lebih terlihat dari peningkatan partikulat atau debu.
"Kalau aktivitas dari industri itu akan parameter gas yang muncul atau yang naik, CO, SO, NO dan lain sebagainya. Namun kalau dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang lebih signifikan naik adalah partikular atau debu," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....