Sebaran Abu Vulkanik di Banten Jauh Berkurang
- 08 Sep 2026 08:35 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah Banten pada Selasa, 8 September 2026, dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan pemantauan terakhir, sebaran abu vulkanik saat ini hanya mencakup wilayah Samudra Hindia bagian barat laut Banten.
Prakirawan cuaca Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan, Septi mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh arah angin pada lapisan atmosfer atas yang membawa abu vulkanik menjauh dari wilayah daratan Banten. “Untuk cakupan wilayah sebaran abu vulkaniknya sudah berkurang jauh, jadi hanya mencakup wilayah Samudra Hindia barat laut Banten,” ujar Septi.
| Baca juga: Rekomendasi Masker untuk Halau Abu Vulkanik |
Ia menjelaskan, arah angin pada lapisan atmosfer atas berbeda dengan kondisi angin di permukaan. Angin pada lapisan atas saat ini bertiup dari arah utara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 5 hingga 50 knot.
Perbedaan arah angin pada setiap lapisan atmosfer tersebut membuat sebaran abu vulkanik bergerak menuju Samudra Hindia. Selain itu, dinamika atmosfer lokal turut memengaruhi arah pergerakan abu vulkanik.
Dengan kondisi tersebut, wilayah Banten saat ini dinilai relatif aman dari sebaran abu vulkanik. Meski demikian, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi karena aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dapat berubah dan belum dapat diprediksi secara pasti.
BBMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik yang diperbarui secara berkala. Masyarakat juga disarankan tetap menyiapkan masker sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan arah angin maupun sebaran abu vulkanik.
Sementara itu, kondisi cuaca Banten hari ini secara umum cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, dengan potensi hujan ringan pada siang hari di sejumlah wilayah. Suhu udara diprakirakan 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50 hingga 90 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....