Keluarga Harap Penumpang yang Hilang di Anak Krakatau Segera Ditemukan
- 09 Sep 2026 19:31 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kapten Warta dan anak buah kapal hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
- Perjalanan tersebut dijadwalkan sebagai perjalanan pulang-pergi tanpa rencana menginap, namun hingga saat ini belum ada kabar masuk dari rombongan.
RRI.CO.ID, Serang – RRI.CO.ID, Serang - Perjalanan laut menuju kawasan Gunung Anak Krakatau bukan hal asing bagi Kapten Warta dan anak buah kapal (ABK) lainnya. Namun, insiden hilang kontak sejak Senin lalu membuat keluarga terpukul lantaran kejadian ini baru pertama kali mereka alami.
Jannah, adik kandung Kapten Warta, mengatakan kakaknya bertolak bersama rombongan pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, perjalanan tersebut dijadwalkan pulang-pergi tanpa rencana menginap.
Namun, hingga Senin malam, Warta tak kunjung pulang. Seluruh nomor ponsel rombongan juga mendadak tidak bisa dihubungi karena terkendala sinyal di tengah laut.
"Kita tunggu-tunggu enggak ada kabar, pas dicek ternyata semua HP-nya enggak ada sinyal," ujar Jannah, Rabu, 9 September 2026.
Kekhawatiran keluarga makin memuncak saat Selasa pagi. Warga sekitar yang sempat berlayar dari arah Anak Krakatau mengaku tidak melihat keberadaan rombongan tersebut.
"Ditunggu enggak ada. Pas tanya tetangga yang baru pulang dari Krakatau juga katanya enggak ketemu. Dari situ kami mulai panik," ucapnya.
Padahal, kata Jannah, kakaknya sudah belasan tahun malang melintang bekerja di laut dan terbiasa berlayar ke berbagai daerah luar Banten, mulai dari Bali, Makassar, hingga Aceh.
Hal senada diungkapkan Vira Ramawati, keluarga salah satu ABK yang ikut dalam speedboat sewaan tersebut. Menurutnya, korban sudah terbiasa melayani penyeberangan wisatawan maupun pengiriman barang ke pulau-pulau sekitar.
"Baru kali ini kejadian hilang kontak. Biasanya memang sering nginep di laut, tapi kalau sampai hilang kabar enggak pernah," ucap Vira.
Speedboat yang dinahkodai Warta, membawa 5 jurnalis, 1 pemandu, dan 1 ABK. Hingga kini keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR Gabungan Gabungan masih berjibaku memburu keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Anak Krakatau.
Keluarga kini hanya bisa pasrah menanti kabar sambil berharap seluruh korban ditemukan selamat. "Semoga saja mereka cuma singgah karena cuaca atau kendala lain, dan bisa segera ketemu," kata Vira.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....