Pencarian Lima Jurnalis Difokuskan ke Pesisir Lampung

  • 09 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian ke wilayah pesisir Lampung untuk delapan orang yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.
  • Analisis arah angin dan arus menunjukkan pergeseran objek pencarian ke arah barat daya, menjadi dasar perubahan wilayah operasi.
  • Kepala Basarnas Banten, Al Amrad menerangkan, prediksi SAR memperhitungkan arah angin, arus bawah, dan arus permukaan untuk menentukan strategi pencarian yang tepat.

RRI.CO.ID, Pandeglang – Tim SAR Gabungan mengarahkan pencarian 5 jurnalis dan 3 orang lain yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau ke wilayah pesisir Lampung. Langkah ini diambil setelah analisis arah angin dan arus menunjukkan adanya pergeseran ke barat daya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) atau Basarnas Banten, Al Amrad mengatakan, analisis SAR prediction menjadi salah satu dasar penentuan wilayah pencarian. Prediksi tersebut memperhitungkan arah angin, arus bawah, serta arus permukaan yang berpotensi memengaruhi pergerakan objek di laut.

"Kalau berdasarkan SAR prediction yang kami pelajari, itu berdasarkan arah angin, arah arus, terus arus bawah dan arus permukaan, pergeserannya ke barat daya," ujar Al Amrad, Rabu, 9 September 2026.

Dengan hasil tersebut, Basarnas Banten memfokuskan penyisiran ke arah pesisir Lampung. Koordinasi juga dilakukan dengan Kantor SAR Lampung dan instansi terkait di wilayah Lampung.

Al Amrad mengatakan, pencarian pada hari pertama tetap dilakukan meski kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi tantangan di sekitar lokasi. Setelah menerima informasi hilang kontak, tim langsung bergerak pada pukul 14.15 WIB. RIB 01 melakukan pencarian hingga pukul 16.15 WIB, sedangkan KN SAR 3 melanjutkan operasi sampai pukul 21.45 WIB.

"Hari pertama itu pas kami dapat informasi, kami langsung bergerak pada pukul 14.15 sampai dengan malam hari," katanya.

Kondisi jarak pandang yang menurun akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut diperhitungkan dalam penempatan kapal pencarian. Basarnas menyesuaikan posisi kapal dengan kemampuan masing-masing alutsista dan kondisi cuaca di lapangan.

Kapal berukuran lebih besar ditempatkan pada posisi yang dinilai dapat menghadapi kondisi cuaca dan jarak pandang, sedangkan unsur pencarian lainnya ditempatkan di titik yang disesuaikan dengan kondisi perairan.

Sementara kondisi gelombang di sekitar Pulau Sebesi mencapai satu hingga dua meter. Hingga Rabu pukul 13.00 WIB, tim SAR Gabungan belum menemukan tanda keberadaan delapan orang yang dicari.

"Sampai saat ini masih nihil. Kami berharap yang terbaik. Sama dengan pihak keluarga, sama-sama kita berdoa bersama. Semoga lebih cepat, lebih baik kita temukan," ujar Al Amrad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....