Kapal Tetuka Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Hari Kedua

  • 09 Sep 2026 12:46 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Petugas SAR masih melanjutkan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten. Memasuki hari kedua pencarian, petugas SAR menurunkan Kapal 247 Tetuka untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan para jurnalis.

Namun, proses pencarian menghadapi kendala, salah satunya akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi di kawasan Perairan Selat Sunda. “Memasuki hari kedua, petugas SAR kembali melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan para jurnalis. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan Kapal 247 Tetuka dari Pelabuhan Pelindo, Cilegon, Banten,” Kasubdit patroli airud Polda Banten, AKBP Lis Handaya Sst MSI di Ciwandan Kota Cilegon, Rabu 9 September 2026.

Adapun lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut, masing-masing Muhammad Bagus dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudistira dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. Petugas SAR lanjutnya, kemudian memfokuskan pencarian dengan menyisir sejumlah pulau dan perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, upaya pencarian sempat terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Senin malam.

Kondisi tersebut membuat petugas harus meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan area pencarian dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan di lapangan. “Hingga hari kedua, petugas SAR masih terus berupaya menemukan keberadaan para jurnalis dengan menyisir sejumlah titik di Perairan Selat Sunda,” katanya.

Diinformasikan, operasi SAR hari kedua dimulai pada Rabu 9 September 2026 pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan pencarian. Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antara jalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM. Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR. Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM.

SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya. Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....