Kantor Bahasa Ajak Anak Muda Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Medsos
- 08 Sep 2026 08:51 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kantor Bahasa Provinsi Banten mendorong generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pelestarian dan pengenalan bahasa serta aksara daerah.
- Bahasa dan sastra daerah perlu dikemas dengan cara yang menyenangkan agar tidak dianggap kuno atau sulit dipelajari oleh generasi muda.
- Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi salah satu pendekatan yang dilakukan untuk melestarikan bahasa daerah dengan pendekatan yang menarik dan relevan dengan kehidupan generasi muda.
RRI.CO.ID, Serang – Kantor Bahasa Provinsi Banten mendorong generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana mengenalkan sekaligus melestarikan bahasa dan aksara daerah. Pendekatan tersebut dinilai penting karena media sosial menjadi salah satu ruang yang paling dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Widyabasa Ahli Muda Kantor Bahasa Provinsi Banten, Nur Seha mengatakan, bahasa dan sastra daerah perlu dikemas dengan cara yang menyenangkan agar tidak dianggap sebagai sesuatu yang kuno atau sulit dipelajari. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu.
| Baca juga: Penggunaan Bahasa Daerah di Banten Menurun |
Festival tersebut menyediakan berbagai kegiatan, termasuk lomba menulis dan membaca aksara, puisi, cerpen, serta komedi tunggal menggunakan bahasa daerah. Menurut Nur Seha, metode tersebut membuat anak-anak dapat mempelajari bahasa daerah sesuai dengan minat mereka.
“Bagaimana mereka mengemas bahasa daerah, sastra daerah itu dengan hal-hal yang menyenangkan. Kalau sekarang kan media sosial,” ujarnya dalam program Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Senin, 7 September 2026.
Kantor Bahasa juga telah menerbitkan buku dwibahasa yang memuat bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah buku aksara yang memuat sepuluh cerita, terdiri dari lima cerita yang dialihaksarakan menggunakan aksara Jawa dan lima cerita menggunakan aksara Sunda. Buku tersebut juga dilengkapi panduan agar pembaca dapat mempelajari cara membaca aksara daerah.
Upaya pengenalan dilakukan tidak hanya di sekolah. Buku-buku tersebut juga ditempatkan di Pojok Baca Terminal Pakupatan melalui kerja sama dengan pengelola terminal. Kantor Bahasa juga melakukan kegiatan mendongeng untuk anak-anak jenjang TK, SD, dan SMP sekaligus memperkenalkan keberadaan aksara Jawa dan Sunda di Banten.
Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional, Kantor Bahasa Provinsi Banten juga menggelar kegiatan Bara Wanten, yakni ajakan membaca buku aksara dan mengunggah aktivitas tersebut. Masyarakat didorong ikut mengenalkan aksara daerah melalui media sosial sehingga keberadaannya semakin dikenal, terutama oleh generasi muda.
Kantor Bahasa Provinsi Banten berharap program pelestarian tersebut dapat terus berlanjut. Selain sepuluh buku aksara yang telah diterbitkan, pihaknya juga tengah mengupayakan penerbitan delapan buku tambahan, terdiri dari empat buku beraksara Jawa dan empat buku beraksara Sunda. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah menjaga bahasa dan aksara daerah sebagai identitas masyarakat Banten.
“Karena kalau bukan kita yang merawat, bukan kita yang menjaga, bukan kita yang mempelajari siapa lagi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....