Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas ke Arah Barat
- 07 Sep 2026 07:50 WIB
- Banten
Poin Utama
- Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tersebar pada Senin, 7 September 2026 pagi dan berpotensi menurunkan kualitas udara serta jarak pandang di sejumlah wilayah terdampak.
- Keberadaan abu vulkanik pada ketinggian tertentu dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan lalu lintas udara di kawasan yang terpengaruh.
- Hasil pemantauan BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan menunjukkan abu vulkanik masih bergerak dan berpotensi meluas ke arah barat sejak pukul 06.00 WIB.
RRI.CO.ID, Serang – Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terpantau pada Senin, 7 September 2026 pagi. Abu vulkanik tersebut berpotensi menurunkan kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah terdampak. Pada ketinggian tertentu, keberadaan abu vulkanik juga dapat mengganggu aktivitas penerbangan.
Prakirawan BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Andrian mengatakan, hasil pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026 pukul 06.00 WIB, menunjukkan abu masih bergerak dan berpotensi semakin meluas ke arah barat.
“Masih terdapat sebaran abu vulkanik yang menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, serta pada ketinggian tertentu dapat mengganggu penerbangan,” kata Andrian dalam wawancara telepon bersama RRI Pro 1 Banten, Senin, 7 September 2026.
Berdasarkan citra sebaran abu vulkanik yang dirilis BMKG, analisis dilakukan menggunakan citra RGB Himawari-9. Sebaran abu vulkanik pada citra tersebut ditandai dengan poligon berwarna kuning untuk menunjukkan wilayah yang teridentifikasi terdampak.
Andrian menjelaskan, berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer, abu vulkanik diperkirakan bergerak dan semakin menyebar ke arah barat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang dilalui sebaran abu.
“Abu vulkanik diperkirakan semakin menyebar ke arah Barat,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta memastikan perkembangan kondisi melalui sumber resmi pemerintah, terutama informasi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta instansi terkait.
“Masyarakat di wilayah yang terdampak memastikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait serta memperhatikan kondisi udara serta jarak pandang,” ucapnya.
Sementara berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau periode pengamatan 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung api yang berada di Lampung Selatan tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.
| Baca juga: Aktivitas Anak Krakatau Alami Penurunan |
Laporan PVMBG mencatat sejumlah aktivitas kegempaan, antara lain empat kali gempa hembusan, 17 kali tremor harmonik, 34 kali gempa frekuensi rendah, dan 44 kali gempa hybrid atau fase banyak. Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam.
PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik, khususnya kondisi kualitas udara, jarak pandang, serta potensi dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....