Sejumlah Wilayah di Banten Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
- 06 Sep 2026 12:40 WIB
- Banten
Poin Utama
- Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyebar ke sejumlah wilayah di Provinsi Banten berdasarkan pergerakan angin di berbagai lapisan atmosfer.
- Menurut Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah timur dan selatan pada lapisan permukaan hingga ketinggian sekitar 20 ribu kaki.
- Analisis citra satelit dan informasi dari PVMBG menunjukkan, pergerakan angin membawa abu vulkanik menjauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau dengan pola pergerakan yang terukur.
RRI.CO.ID, Serang — Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak ke sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Kondisi tersebut terpantau dari pergerakan angin pada sejumlah lapisan atmosfer yang membawa abu vulkanik menjauh dari kawasan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Anton Daud mengatakan, berdasarkan analisis citra satelit dan informasi aktivitas erupsi dari PVMBG, sebaran abu vulkanik bergerak ke beberapa arah. Pergerakan angin pada lapisan permukaan hingga ketinggian sekitar 20 ribu kaki mengarah ke timur dan selatan.
Kondisi tersebut berpotensi membawa abu vulkanik menuju wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. Sementara pada lapisan atmosfer hingga sekitar 50 ribu kaki, abu bergerak ke arah barat daya dan barat laut.
Anton menyebut sejumlah wilayah Banten telah terpantau terdampak abu vulkanik. Pemantauan menggunakan paper test telah dilakukan di wilayah Serang, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, hingga kawasan Curug.
“Untuk sementara ini memang pergerakannya masih ke timur, laut sampai selatan, sehingga kemungkinan masih ada dampak untuk ke Banten, Jawa Barat, dan Jakarta,” ujar Anton saat dikonfirmasi RRI, Minggu, 6 September 2026.
Selain wilayah Serang dan Tangerang, pergerakan abu vulkanik juga berpotensi memengaruhi sebagian wilayah Lebak dan Pandeglang. Kondisi tersebut masih terus dipantau karena arah dan kecepatan angin dapat berubah sewaktu-waktu.
BBMKG Wilayah II bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan selama 24 jam dan berkoordinasi dengan PVMBG. Masyarakat di wilayah yang terdampak diimbau mengikuti perkembangan informasi resmi serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi abu vulkanik masih terasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....