Ratusan Petani Lebak Beralih Profesi Imbas Kemarau Panjang

  • 06 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kemarau panjang yang mengeringkan ratusan hektare sawah di Kabupaten Lebak, memaksa para petani banting stir. Karena tak bisa mengolah lahan usai panen, ratusan petani beralih profesi demi merawat dapur tetap ngebul.

Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya, Ruhiana menyebut, sedikitnya ada 250 petani di wilayahnya yang kini terpaksa menyebar mencari pekerjaan sabutan. "Sekitar 250 petani di sini beralih profesi karena lahan padi sawah mengalami kekeringan usai panen," ujar Ruhiana, Sabtu, 5 September 2026.

Pilihan pekerjaan alternatif yang diambil para petani terbilang beragam. Sebagian menjajal peruntungan menjadi pedagang keliling, berdagang eceran di Pasar Rangkasbitung dan Pasar Semi Narimbang, hingga ngojek motor dan tambang pasir.

Tak sedikit pula yang memilih merantau menjadi buruh bangunan serta buruh panggul Tanjung Priok di Jakarta. "Mereka ada yang kerja keluar daerah, seperti Serang, Cilegon, Merak, Tangerang sampai Jakarta. Kalau yang masih punya cadangan pangan biasanya pilih tinggal di rumah sambil benerin alat tani," ucap dia.

Senada diutarakan Kelompok Tani Blok Central Rangkasbitung, Udin. Dia mengungkapkan, ada 150 anggotanya yang menganggur akibat kekeringan imbas fenomena El Nino. Kebanyakan dari mereka menyusul jadi buruh bangunan proyek di ibu kota.

Dampak nyata ini dirasakan langsung oleh Abdulraup, petani asal Warunggunung. Ia terpaksa ganti haluan menjadi pedagang bakso keliling karena sawahnya tak kunjung bisa ditanami.

“Sudah tiga minggu saya dagang bakso cuanki di Rangkasbitung. Mau tanam lagi tidak bisa, lahannya kering kerontang,” tutur Abdulraup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....