Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Guyur Sejumlah Wilayah di Pandeglang

  • 06 Sep 2026 05:19 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda kembali memicu dampak lanjutan. Sejumlah wilayah permukiman di Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai terpapar hujan abu vulkanik sejak Sabtu malam 5 September 2026.

Sebaran debu vulkanik tersebut terpantau menjangkau beberapa area kecamatan, salah satunya Kecamatan Pulosari. Di Kampung Parapatan Cikole, Desa Karyawangi, butiran abu tipis tampak menempel di tembok-tembok rumah, kaca jendela, hingga kendaraan warga.

Salah seorang warga setempat, Carwadi, mengaku kewalahan karena abu terus menerus turun meskipun pekarangan dan kendaraannya telah dibersihkan berulang kali. "Sudah disapu dibersihkan, tidak selang lama abunya ada lagi," ujar Carwadi, Minggu 6 September 2026.

Selain hujan abu, warga juga melaporkan masih merasakan getaran mirip gempa kecil serta suara dentuman beruntun yang bersumber dari arah Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut bahkan membuat kaca jendela rumah warga ikut berderit dan bergetar.

"Jendela bergetar, seperti ada gempa kecil. Dari semalam sampai sekarang dentuman Gunung Anak Krakatau masih terdengar sampai sini," katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, membenarkan adanya laporan sebaran abu vulkanik yang memasuki wilayah daratan akibat pengaruh pergerakan arah serta kecepatan angin.

"Iya betul. Ini mungkin dipengaruhi oleh angin. Kami juga menerima laporan bahwa abu vulkanis sudah ada di Carita dan Tanggamus, Provinsi Lampung," kata Riza.

Berdasarkan data pemantauan, BPBD-PK sebaran abu vulkanik tipis di Kabupaten Pandeglang turut dilaporkan meluas ke sejumlah kawasan lain seperti Labuan, Carita, Menes, Jiput, hingga wilayah pusat Kota Pandeglang.

Menyikapi kondisi ini, BPBD-PK Kabupaten Pandeglang mengimbau seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, serta selalu mengenakan masker dan pelindung mata guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan debu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....