Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Dihimbau Pakai Masker
- 06 Sep 2026 09:47 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda yang terus menunjukkan dinamika vulkanik mulai berdampak langsung hingga ke wilayah daratan Kabupaten Pandeglang. Sejumlah kawasan permukiman warga dilaporkan mulai terpapar sebaran abu vulkanik tipis yang terbawa oleh tiupan angin sejak Sabtu malam 5 September 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan diri. Warga diminta secara aktif melindungi kesehatan pernapasan dan mata dari paparan debu sisa letusan gunung berapi.
Kepala BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menegaskan pentingnya penggunaan masker bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan. Langkah preventif ini dinilai krusial guna menghindari risiko gangguan kesehatan akibat terhirupnya partikel abu vulkanik secara langsung.
"Kami mengimbau bagi warga yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker dan pelindung mata," ujar Riza.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, Ia menyebut sebaran abu tipis ini mulai dirasakan di wilayah Pulosari, Labuan, Carita, Menes, Jiput, hingga pusat Kota Pandeglang. Selain menganjurkan penggunaan masker standar seperti jenis N95 atau masker medis, BPBD-PK Pandeglang juga mengingatkan warga agar tetap berada di dalam ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak.
Jika terkena paparan abu, masyarakat diimbau segera membersihkan bagian mata dan hidung menggunakan air bersih. Pemerintah daerah terus berkoordinasi intensif untuk memantau arah sebaran angin serta perkembangan aktivitas vulkanik dari instansi terkait.
Warga diimbau agar tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi hoaks, serta senantiasa mengikuti panduan resmi mitigasi bencana yang dikeluarkan pemerintah. "Pergerakannya dipengaruhi angin, kita pun akan terus mengupdate perkembangan terbaru untuk memitigasi sebarannya sudah sampai mana," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....