Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada

  • 31 Agt 2026 07:42 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Senin 31 Agustus 2026 pukul 00.00-06.00 WIB dengan amplitudo 47 milimeter dan durasi 14 detik.
  • Status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik yang masih teramati.
  • Asap kawah berwarna putih dan kelabu teramati tipis hingga sedang di area pengamatan Gunung Anak Krakatau.

RRI.CO.ID, Serang - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali mengalami erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi. Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat satu kali letusan dengan amplitudo 47 milimeter dan durasi 14 detik. Status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Penjaga Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Rioboniek Situmorang mengatakan, aktivitas vulkanik masih teramati selama periode pengamatan. Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III, sementara asap kawah berwarna putih dan kelabu teramati tipis hingga sedang.

"Teramati satu kali letusan dengan tinggi sekitar 200 meter dari atas kawah dan warna asap kelabu," ujar Rioboniek dalam rilis yang diterima RRI, Senin, 31 Agustus 2026.

Selain letusan, petugas juga mencatat adanya 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 9 hingga 19 milimeter dan durasi 24 sampai 34 detik. Kemudian tercatat 11 kali gempa low frequency dengan amplitudo 5 hingga 16 milimeter dan durasi 7 hingga 16 detik. Aktivitas kegempaan lainnya berupa 62 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 8 hingga 65 milimeter dan durasi 6 hingga 13 detik.

Rioboniek menjelaskan, pada malam hari petugas juga mengamati adanya sinar api dari kawasan kawah Gunung Anak Krakatau. Tremor menerus atau microtremor turut terekam dengan amplitudo 1 hingga 7 milimeter dan dominan pada 1 milimeter.

"Sinar api masih teramati pada malam hari, sementara tremor menerus juga terekam selama periode pengamatan," katanya.

Dari sisi meteorologi, kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara tercatat berkisar 27,1 hingga 27,5 derajat celsius dengan kelembapan 76 hingga 78 persen. Kondisi ombak laut di sekitar kawasan gunung api juga dilaporkan tenang.

Rioboniek mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki untuk mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan. Imbauan tersebut penting diperhatikan mengingat status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

"Kami mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....