Stasiun Geofisika Perkuat Mitigasi Bencana di Sekitar Gunung Anak Krakatau
- 27 Agt 2026 08:14 WIB
- Banten
Poin Utama
- Stasiun Geofisika Serang memasang peralatan pemantauan dan peringatan dini untuk mendeteksi perubahan kondisi laut di kawasan Gunung Anak Krakatau.
- Peralatan ini dirancang untuk mendeteksi perubahan akibat aktivitas vulkanik maupun tektonik secara lebih cepat.
- Upaya mitigasi bencana ini mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir.
RRI.CO.ID, Serang - Stasiun Geofisika Serang memperkuat upaya mitigasi bencana di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan memasang sejumlah peralatan pemantauan dan peringatan dini. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih cepat perubahan kondisi laut yang berpotensi terjadi akibat aktivitas vulkanik maupun tektonik.
Peralatan itu diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir.
Kepala Stasiun Geofisika Serang, Margiono mengatakan, pihaknya telah memasang lima unit sensor pasang surut atau CAT (Tide Gauge) di lima lokasi berbeda. Peralatan tersebut digunakan untuk mengukur perubahan permukaan air laut yang dapat berkaitan dengan aktivitas gunung api maupun potensi tsunami akibat gempa bumi.
Data dari sensor itu akan dipantau secara berkala oleh petugas. Hasil pemantauan kemudian dapat menjadi bahan analisis bagi pihak berwenang.
"Kami sudah memasang lima alat CAT untuk mengukur perubahan permukaan laut akibat letusan gunung berapi. Selain itu, terdapat pula beberapa perangkat pendukung serta sirene tsunami yang bekerja sama dengan pihak terkait di sejumlah wilayah strategis," ujar Margiono kepada RRI, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, pemasangan perangkat tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pemantauan. Sistem itu juga diharapkan mampu mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.
Margiono menerangkan, keberadaan peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem peringatan dini bagi masyarakat. Data yang dihasilkan dari sensor pasang surut dapat membantu pemantauan kondisi permukaan laut secara berkelanjutan.
Perubahan yang berpotensi membahayakan dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Dengan demikian, masyarakat memiliki waktu yang lebih memadai untuk melakukan evakuasi apabila diperlukan.
Ia menjelaskan, sistem pemantauan yang dibangun tidak hanya ditujukan untuk mengantisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jaringan tersebut juga berfungsi mendukung pemantauan ancaman gempa bumi tektonik yang berpotensi menimbulkan perubahan muka laut.
"Perubahan tersebut dapat memicu gelombang tsunami di wilayah pesisir. Pemantauan terpadu diperlukan untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman bencana," ujar dia.
Meski demikian, Margiono menegaskan informasi resmi mengenai aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tetap menjadi kewenangan pos pengamatan gunung api dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Masyarakat diminta tidak menjadikan informasi dari sumber yang tidak memiliki kewenangan sebagai rujukan dalam mengambil keputusan.
"Informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Karena itu, warga diimbau selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya," katanya.
Stasiun Geofisika Serang juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi bohong mengenai potensi bencana. Warga diminta mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG serta memanfaatkan aplikasi Info BMKG yang dapat diunduh secara gratis. Aplikasi tersebut menyediakan informasi mengenai perkembangan cuaca dan aktivitas kegempaan secara aktual dan akurat.
"Masyarakat juga diharapkan memahami jalur evakuasi serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi keadaan darurat," ucap Margiono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....