Musim Kemarau, Warga Diimbau Waspadai Perkembangbiakan Nyamuk DBD
- 05 Sep 2026 06:33 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Musim kemarau tidak serta-merta membuat risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab demam berdarah dengue atau DBD menurun. Kondisi tersebut justru dapat meningkatkan potensi perkembangbiakan di wilayah yang masyarakatnya terbiasa menampung air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Peneliti Pusat Riset Veteriner BRIN, Dimas Novianto, mengatakan keberadaan tempat penampungan air menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan selama musim kemarau. Genangan air dengan volume kecil sekalipun dapat dimanfaatkan Aedes aegypti sebagai tempat bertelur.
“Pada musim kemarau, terutama di daerah yang sulit mendapatkan air, masyarakat banyak menampung air. Kondisi itu kemudian menyediakan banyak tempat perindukan bagi nyamuk Aedes aegypti,” katanya dalam program Indonesia Sehat bersama RRI Pro 1 Banten, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Dimas, kondisi musim tidak menjadi satu-satunya faktor yang menentukan tingginya populasi nyamuk. Perkembangbiakan juga dipengaruhi karakteristik tempat perindukan serta kebiasaan masyarakat dalam menyimpan dan mengelola air di lingkungan rumah.
| Baca juga: Stok Beras Bulog Serang Aman Hadapi Kemarau |
Ia menjelaskan, Aedes aegypti mampu memanfaatkan berbagai wadah yang berada di sekitar rumah. Selain bak kamar mandi dan ember, genangan air pada pot tanaman maupun bagian bawah dispenser juga berpotensi menjadi lokasi bertelur karena nyamuk tersebut dapat berkembang pada air dalam jumlah relatif sedikit.
Dimas mengatakan telur Aedes aegypti memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi kering. Ketika wadah kembali terisi air, telur tersebut dapat melanjutkan proses perkembangan hingga menjadi larva dan kemudian nyamuk dewasa.
“Nyamuk Aedes aegypti tidak harus menunggu genangan besar untuk berkembang. Karena itu, tempat-tempat kecil yang menampung air perlu diperiksa dan dibersihkan secara rutin,” ujarnya.
Pemberantasan tempat perindukan menjadi langkah penting karena dapat memutus siklus perkembangan nyamuk sejak fase awal. Pemeriksaan bak air, ember, pot tanaman, dan wadah lainnya perlu dilakukan secara berkala, khususnya selama masyarakat banyak menyimpan air pada musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....