Pompanisasi Lebak Jaga Produksi Pangan saat Kemarau

  • 28 Agt 2026 05:33 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, melakukan mitigasi kekeringan dengan mengoptimalkan pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air di areal persawahan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan meski wilayah Kabupaten Lebak menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino.

Kepala Distan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan pompanisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi selama kemarau. “Kita melakukan mitigasi kekeringan dengan pompanisasi agar ketersediaan air ke areal persawahan tercukupi,” kata Rahmat Yuniar di Lebak, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pemerintah daerah telah menyiapkan sebanyak 201 unit pompa untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan. Pompa tersebut diarahkan untuk mengatasi lahan pertanian yang terdampak kekeringan dengan luas mencapai 392 hektare.

Lahan pertanian terdampak itu tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak sehingga penanganannya dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan. Distan Kabupaten Lebak juga melibatkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dalam upaya menjaga tanaman petani selama musim kemarau.

Selain POPT, Petugas Penyuluh Lapang (PPL) turut dikerahkan untuk memberikan pendampingan kepada kelompok tani dalam mengoptimalkan penggunaan pompa. Kelompok tani juga dilibatkan secara langsung agar pengelolaan sumber air dan pemanfaatan pompa dapat dilakukan secara efektif sesuai kondisi lahan.

Rahmat meminta para petani memanfaatkan 201 unit pompa yang telah disiapkan pemerintah untuk mempertahankan produksi bahan pangan. “Kami minta petani menggunakan pompa secara optimal agar produksi bahan pangan tetap terjaga dan ekonomi petani juga meningkat,” ujarnya.

Pengalaman menghadapi musim kekeringan pada beberapa tahun sebelumnya menunjukkan pompanisasi mampu membantu petani mempertahankan produksi pangan. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga tanaman padi agar tetap tumbuh dan menghasilkan meskipun curah hujan menurun.

Karena itu, penyediaan sarana pompa menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman kemarau panjang. Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Lebak sebelumnya juga telah memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian untuk mendukung kegiatan budidaya.

Bantuan tersebut antara lain berupa pompa air dan traktor yang berasal dari Kementerian Pertanian, pemerintah kabupaten, serta pemerintah provinsi. Penyaluran bantuan pompa air dilakukan agar petani memiliki sarana untuk memperoleh sumber air alternatif ketika pasokan air hujan tidak mencukupi.

Dengan adanya pompa, petani dapat menyedot air dari sumber permukaan seperti sungai untuk dialirkan ke areal persawahan. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak, Ruhiana, mengatakan pemanfaatan pompa membantu petani mempertahankan kegiatan pertanian pada musim kemarau.

Ia menyebut tanaman padi seluas 150 hektare di wilayahnya saat ini telah memasuki masa panen yang berlangsung hingga September 2026. “Kami bersyukur panen tetap terjaga di musim kemarau panjang karena petani bisa menyedot air permukaan dari sungai dengan mengoptimalkan pompa,” kata Ruhiana.

Keberadaan pompa memberikan dukungan penting bagi petani ketika ketersediaan air dari hujan semakin terbatas. Kondisi tersebut membuat petani tetap dapat menjalankan budidaya hingga panen sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah Kabupaten Lebak.

Pemerintah daerah berharap optimalisasi pompanisasi bersama pendampingan petugas dan kelompok tani dapat menjaga produktivitas pertanian serta meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....