Belajar Tari Tradisional Butuh Proses Bertahap

  • 02 Sep 2026 19:32 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pelatih sekaligus pemilik Sanggar Puspa Arum Cilegon, Wati, menilai proses latihan dan kesiapan mental menjadi bagian penting bagi generasi muda yang ingin serius mengembangkan kemampuan di bidang seni tari tradisional. Menurut Wati, seorang penari tidak cukup hanya menguasai gerakan. Penari juga harus memiliki kepercayaan diri serta mampu menyampaikan makna dari tarian yang dibawakan kepada penonton.

“Selain menguasai teknik dan gerakan, seorang penari juga harus mampu menyampaikan isi atau pesan dari tarian yang dibawakan. Jadi, jangan hanya sekadar bisa bergerak, tetapi harus dengan penjiwaan yang penuh. Bagaimana ekspresi, gerakan, dan irama itu bisa menyatu sehingga penonton dapat memahami apa yang ingin disampaikan melalui tarian tersebut,” ujar Wati, Selasa, 1 September 2026.

Wati juga menekankan bahwa kemampuan menari tidak semata-mata ditentukan oleh bakat. Menurutnya, kemauan untuk belajar dan terus berusaha menjadi faktor penting. Ia mengaku pernah melatih murid yang awalnya memiliki tubuh kaku, namun setelah menjalani latihan secara rutin akhirnya mampu tampil dalam berbagai kesempatan.

“Karena ada dasar-dasar tari yang perlu dikuasai yaitu gerakan tangan, kaki, kepala hingga mata. Selain teknik, penari juga harus memahami tiga unsur utama dalam seni tari, yakni wiraga, wirama, dan wirasa, termasuk kemampuan menampilkan ekspresi sesuai dengan karakter tarian,” katanya

Tantangan lainnya adalah kebiasaan generasi muda yang menginginkan hasil secara cepat. Wati mengingatkan, kemampuan dalam seni tari membutuhkan proses bertahap, mulai dari mempelajari teknik dasar, pakem, hingga mampu menampilkan tarian dengan penghayatan.

“Ini proses. Harus melalui rangkaian latihan ini, step by step-nya harus kita lalui. Jadi, tidak bisa langsung ingin cepat bisa atau langsung tampil tanpa menguasai dasar-dasarnya terlebih dahulu. Anak-anak harus sabar mengikuti setiap tahapan latihan. Memang membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi dari proses itulah kemampuan mereka akan terbentuk,” ucap Wati.

Wati berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai seni tari tradisional sehingga keberadaan budaya tersebut tetap terjaga. Ia mengajak anak muda untuk tidak ragu mempelajari kesenian tradisional karena menurutnya seni tari Indonesia memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan budaya modern.

“Yuk cintai seni tari tradisional kita sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi untuk tetap melestarikan seni tari Indonesia,” ujar Wati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....