Kemenaker Perluas Pelatihan Vokasi Jadi 330 Ribu Peserta

  • 01 Sep 2026 15:54 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Kementerian Ketenagakerjaan meningkatkan kuota pelatihan vokasi nasional 2026 menjadi 330 ribu peserta, naik drastis dari 70 ribu peserta sebelumnya.
  • Peningkatan kapasitas ini dimungkinkan berkat alokasi dana tambahan sebesar Rp1,7 triliun dari pemerintah untuk sektor vokasi.
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengumumkan peningkatan kuota ini merupakan komitmen pemerintah untuk mengembangkan keterampilan tenaga kerja Indonesia.

RRI.CO.ID, Serang — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) meningkatkan kapasitas peserta pelatihan vokasi nasional pada 2026 menjadi 330 ribu orang. Angka ini naik drastis dari kuota awal yang cuma berkisar 70 ribu peserta.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyebut, lonjakan kuota ini terwujud setelah pemerintah menyuntik dana tambahan sebesar Rp1,7 triliun khusus untuk sektor vokasi.

“Dengan adanya anggaran tambahan dari Pak Presiden atas usulan Kemenko, sekarang target kita tahun 2026 sampai 330.000 orang,” ujar Yassierli saat meresmikan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di BBPVP Serang, Selasa, 1 September 2026.

Pada gelombang ke-4 ini, tercatat lebih dari 30 ribu pelamar mendaftar. Hasil seleksi menyaring 12.100 peserta dari berbagai daerah untuk mengikuti pelatihan gratis berdurasi dua minggu hingga dua bulan. Selama masa pelatihan, para peserta juga mengantongi uang saku Rp50 ribu per hari plus sertifikat kompetensi dari BNSP.

Langkah penggelembungan kuota ini diambil untuk menambal ketimpangan keterampilan (skill gap) pencari kerja dengan kebutuhan pasar. Merujuk data World Economic Forum Future of Jobs, sebanyak 54 persen perusahaan di Indonesia masih kelimpungan mencari tenaga kerja berkeahlian pas.

"Pengangguran terbuka anak muda kita tinggi, tapi saat disilang ke industri, mereka bilang susah cari orang dengan skill yang pas. Makanya pola pelatihan kita ubah dari supply driven jadi demand driven. Industri setor kebutuhan duluan, baru balai kita yang siapkan tenaganya," ujar Yassierli.

Fokus pelatihan kini digeser ke sektor-sektor strategis seperti pengelasan, green skill, smart operation, agroforestri, kecerdasan buatan (AI), keterampilan digital, hingga hospitality. Untuk menopang target jangka panjang, Kemenaker berencana menambah 15 hingga 19 balai pelatihan baru pada 2027 mendatang. Yassierli bahkan mematok target ambisius agar pelatihan vokasi bisa menyerap satu juta peserta saban tahun.

“Sejak awal jadi menteri, visi saya minimal satu juta orang harus kita latih dalam satu tahun,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....