Buka 13 Kawasan Industri Baru, Pemkab Lebak Targetkan Serap Ribuan Tenaga Kerja
- 13 Jun 2026 23:29 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tancap gas memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Tak tanggung-tanggung, lahan seluas 10.981 hektare yang tersebar di 13 kecamatan kini disiapkan khusus untuk kawasan industri hilirisasi demi menjaring investasi dan membuka ribuan lowongan kerja baru.
Langkah besar ini bahkan sudah mulai membuahkan hasil. Investor asal Tiongkok, Bondafaglobal, dilaporkan mulai masuk dan menggarap kawasan industri seluas 110 hektare di Kecamatan Cileles.
Nilai investasinya pun fantastis, mencapai Rp150 miliar. Di sana, mereka bakal memproduksi rumah jadi atau fabrikasi tipe 36, pusat data, pabrik perlengkapan bangunan, hingga sekolah kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI).
"Kami optimistis investasi ini akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Lebak,” ujar Analis Kebijakan Madya
Robertus menjelaskan, penetapan belasan kawasan industri ini sudah punya payung hukum yang klop dalam rencana pembangunan ekonomi daerah hingga tahun 2034. Menurutnya, kepastian regulasi ini menjadi modal utama untuk membuat para investor merasa aman.
“Perda ini menjadi landasan hukum yang kuat sehingga investor merasa aman, nyaman, dan kondusif untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak,” kata Robertus.
Lewat proyeksi jangka panjang ini, Pemkab Lebak membidik efek domino bagi ekonomi warga lokal. Selain menyerap ribuan tenaga kerja untuk menekan angka pengangguran, kehadiran pabrik-pabrik ini diharapkan bisa menghidupkan sektor UMKM di sekitar kawasan.
Tidak hanya sektor industri besar, keberadaan investasi juga diyakini memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan industri diperkirakan akan mendorong munculnya berbagai usaha pendukung dan industri turunan.
Saat ini, DPMPTSP mengaku terus gencar melakukan promosi untuk menjaring Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiqi Jayabaya, untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
“Kami terus melakukan promosi dan penjaringan investasi agar semakin banyak investor yang masuk. Keberadaan kawasan industri ini akan menumbuhkan ekonomi baru sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah,” tutur Robertus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....