BPBD Lebak Dorong Mitigasi Kekeringan Jangka Panjang
- 01 Sep 2026 13:35 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Lebak mendorong penguatan mitigasi struktural untuk menghadapi potensi kekeringan dan krisis air bersih. Distribusi air menggunakan mobil tangki dinilai hanya menjadi solusi darurat selama puncak musim kemarau.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan pemerintah daerah perlu menyiapkan infrastruktur sumber air agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau. Sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak sebelumnya pernah mengalami krisis air bersih, namun kondisi tersebut dapat ditekan setelah dilakukan intervensi melalui pembangunan infrastruktur penyediaan air.
“Distribusi air bersih menggunakan tangki ini bukan solusi jangka panjang. Ada beberapa desa yang awal tahun 2022 mengalami krisis air bersih, tapi sekarang tidak karena memang ada mitigasi struktural di sana,” katanya dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Selasa, 1 September 2026.
Mitigasi struktural tersebut antara lain pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus atau MCK dan penyediaan sumur bor. Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah desa dengan pemerintah daerah dan pemerintah Provinsi Banten.
Febby menyebut pembangunan infrastruktur sumber air dapat memberikan manfaat dalam jangka waktu yang lebih panjang. Dengan adanya sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat, ketergantungan terhadap distribusi air bersih saat musim kemarau dapat dikurangi.
Hingga 1 September 2026, kekeringan telah berdampak pada 17 kecamatan dan sekitar 50 desa di Kabupaten Lebak. BPBD mencatat sekitar 500 ribu liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
BPBD juga terus menghimpun data dari desa-desa yang mengalami krisis air bersih, termasuk wilayah yang mendapatkan penanganan secara mandiri maupun melalui bantuan pihak swasta. Data tersebut menjadi catatan historis untuk melihat pola wilayah yang berulang kali mengalami kekeringan.
Menurut Febby, data historis penting untuk menentukan kebijakan dan mengarahkan bantuan pemerintah pada wilayah yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan kondisi kekurangan air bersih melalui pemerintah desa, kecamatan, maupun relawan BPBD.
“Kami memiliki relawan di kecamatan masing-masing. Hampir semua desa di tiap kecamatan memiliki nomor relawan yang kami miliki dan Insyaallah akan kita lakukan penanganan menggunakan tangki di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Lebak memperkirakan penanganan distribusi air bersih masih berlangsung hingga akhir September, mengikuti perkembangan musim kemarau dan informasi BMKG. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk mulai beradaptasi menghadapi perubahan musim menuju pancaroba dan musim penghujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....