Kekeringan Meluas, BPBD Banten Perkuat Koordinasi
- 16 Sep 2026 10:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menghadapi bencana kekeringan yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah Banten. Sekretaris BPBD Provinsi Banten, Hery Yulianto, mengatakan koordinasi dilakukan bersama BPBD kabupaten dan kota serta unsur pentahelix untuk memperkuat penanganan di lapangan.
“Kami sudah melakukan rapat-rapat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk beberapa minggu yang lalu kami sudah melakukan apel siap siaga kekeringan di Polda Banten, kemudian juga kami tentu saja memperkuat bagaimana mekanisme kerja antara BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten Kota beserta dengan pentahelix lainnya,” katanya dalam program Spada bersama RRI Pro 2 Banten, Rabu, 16 September 2026.
Hery menyebut kekeringan saat ini bukan lagi sebatas potensi bencana, melainkan sudah terjadi di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), terdapat tujuh kabupaten dan kota yang telah melaporkan kejadian kekeringan dengan cakupan 55 kecamatan. “Ini sudah bukan potensi lagi, sekarang sudah terjadi ini kekeringan ini,” ujarnya.
BPBD Provinsi Banten terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di tujuh kabupaten dan kota tersebut, termasuk Kota Tangerang yang sebelumnya masih dinilai aman dari dampak kekeringan. Namun, kondisi sumber air juga mulai mendapat perhatian setelah debit Sungai Cisadane dilaporkan mengalami penyusutan.
“Ini sudah, kemudian data di kami sekarang sudah tujuh kabupaten kota ini sudah pelaporan di Pusdalop beberapa kekeringan meliputi 55 kecamatan. Yang sekarang masih aman sebetulnya di Kota Tangerang, tapi berita terakhir air Sungai Cisadane juga sudah mulai menyusut,” ucapnya.
Hery mengatakan laporan kekeringan yang cukup parah diterima BPBD Provinsi Banten berasal dari Kabupaten Pandeglang dan Lebak. BPBD terus mengirimkan bantuan air bersih, termasuk ke wilayah Cigeulis, Pandeglang Selatan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
“Yang parah itu laporan yang masuk kami di Pandeglang dan Lebak. Itu parah di Pandeglang, Lebak, malah hampir tiap hari ini juga tadi kami lewat BPBD Pandeglang kita kirim bantuan ke daerah Cigeulis, di Pandeglang Selatan sana,” katanya.
Mengantisipasi kondisi kekeringan yang berlangsung lebih lama, BPBD menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti pembangunan sumur artesis di beberapa titik. Selain itu, apabila kondisi semakin parah dan memungkinkan, BPBD akan mengajukan operasi modifikasi cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
“Tentu saja kita perkuat koordinasi, berdasarkan arahan gubernur bisa jadi nanti di beberapa titik perlu dibuat sumur-sumur artesis, kemudian apabila parah dan kondisi memungkinkan kita juga akan berkirim surat kepada BNPB untuk dilakukan operasi modifikasi cuaca,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....