Sebanyak 17 Kecamatan di Lebak Terdampak Kekeringan

  • 01 Sep 2026 10:01 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih pada puncak musim kemarau 2026. Kondisi tersebut tercatat hingga 1 September 2026 dan telah mendorong pemerintah daerah melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan kekeringan mulai dirasakan masyarakat sejak Juli 2026. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir September sehingga potensi krisis air bersih masih perlu diantisipasi.

“Dari awal Juli ini memang beberapa kecamatan sudah mengalami sedikit kendala mengenai air bersih. Puncaknya masyarakat sudah mulai mengajukan permohonan air bersih kepada kami mulai bulan Agustus,” kata Febby dalam program Banten Menyapa bersama RRI Pro 1 Banten, Selasa, 1 September 2026.

Febby menjelaskan, dari 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak, sebanyak 17 kecamatan telah masuk dalam penanganan kekeringan. Wilayah terdampak tersebar mulai dari kawasan selatan, perkotaan hingga wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, penanganan hingga 1 September 2026 telah menjangkau sekitar 50 desa. BPBD bersama sejumlah pihak juga telah menyalurkan sekitar 500 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Distribusi air dilakukan menggunakan armada tangki BPBD serta dukungan berbagai pemangku kepentingan. BPBD Kabupaten Lebak memiliki dua armada tangki yang digunakan secara mobile untuk menjangkau sejumlah wilayah yang membutuhkan.

Selain armada BPBD, penanganan juga melibatkan PMI, Tagana, BBWS, pemerintah Provinsi Banten melalui dinas terkait, serta unsur TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi sekaligus mengurangi risiko krisis air bersih yang berkepanjangan.

Febby menegaskan, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki merupakan langkah darurat selama masyarakat menghadapi puncak musim kemarau. BPBD akan terus melakukan dropping air hingga akhir September atau sampai terdapat informasi dari BMKG mengenai perubahan musim menuju pancaroba dan penghujan.

“Kami masih terus melakukan dropping air bersih sampai dengan akhir September ini atau sampai adanya pengumuman dari BMKG mengenai sudah memasuki musim pancaroba menuju musim penghujan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....