Pemkab Pandeglang Didesak Bergerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih

  • 30 Agt 2026 18:54 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tubagus Agus Khatibul Umam, mendesak Pemkab Pandeglang mempercepat penanganan krisis air bersih yang melanda Kecamatan Cikeusik.
  • Krisis air bersih akibat kemarau panjang telah berlangsung sekitar tiga setengah bulan dan menyebabkan gangguan kesehatan pada kulit warga.
  • Warga terpaksa memanfaatkan air sungai keruh dan menggali sumur darurat di dasar sungai yang mengering karena kelangkaan air bersih.

RRI.CO.ID, Pandeglang - Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tubagus Agus Khatibul Umam, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang agar mempercepat penanganan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Cikeusik. Krisis akibat kemarau panjang ini disebutnya telah berlangsung sekitar tiga setengah bulan dan memicu keluhan gangguan kesehatan pada kulit warga.

Desakan tersebut disampaikannya menyusul laporan warga yang terpaksa memanfaatkan air sungai keruh hingga menggali sumur darurat di dasar sungai yang mengering. Kondisi darurat ini dinilainya tidak hanya menyulitkan aktivitas harian, tetapi juga mulai menimbulkan masalah kesehatan akibat penggunaan air yang tidak layak.

"Kami tentu merasa prihatin karena warga saat ini sedang kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kemarau yang melanda wilayah mereka," katanya, Minggu 30 Agustus 2026.

Pihaknya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang segera turun tangan menyalurkan bantuan air bersih secara langsung ke titik-titik lokasi terdampak. Selain itu, Dinas Kesehatan juga didorong untuk segera menerjunkan tim medis guna memeriksa warga yang mengalami gangguan gatal-gatal.

"Nanti kami akan sampaikan kepada Dinkes supaya turun ke desa atau kampung yang masyarakatnya mengalami gatal-gatal, kami minta BPBD dan Dinkes bekerja cepat untuk masyarakat," ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pimpinan legislatif tersebut mendorong Pemkab untuk membangun infrastruktur penyimpanan serta penampungan air di wilayah yang rawan kekeringan berulang. Pemetaan wilayah prioritas dan dukungan anggaran yang memadai dinilainya krusial demi menjamin ketersediaan cadangan air bersih bagi masyarakat ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....