Soal Relokasi SMPN 4 Kota Serang, Dindikbud Tunggu Kajian Bapperida

  • 01 Sep 2026 09:57 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang sedang menyiapkan opsi lokasi gedung sekolah baru untuk menampung siswa SMPN 4 jika relokasi dari Jalan Juhdi dieksekusi.
  • Salah satu opsi yang sedang dilirik adalah proyek pembangunan sekolah di kawasan Ciracas, yang berada persis di samping kantor Dindikbud Kota Serang.
  • Sekretaris Dindikbud Kota Serang Tb Agus Suryadin menyatakan bahwa keputusan akhir pemindahan SMPN 4 masih menunggu hasil kajian pemerintah daerah.

RRI.CO.ID, Serang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mulai menyiapkan opsi gedung sekolah baru untuk menampung siswa SMP Negeri 4 Kota Serang jika wacana relokasi dari Jalan Juhdi benar-benar dieksekusi. Salah satu opsi yang dilirik adalah proyek pembangunan sekolah di kawasan Ciracas, persis di samping kantor Dindikbud Kota Serang.

Sekretaris Dindikbud Kota Serang, Tb Agus Suryadin menegaskan, keputusan akhir pemindahan SMPN 4 sepenuhnya masih menggantung pada hasil kajian pemerintah daerah.

"Kajian kan adanya di Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah). Kalau Dindik, misalkan SMPN 4 memang harus dipindah ya kita mempersiapkan segala sesuatunya. Memang ada sekolah di Ciracas sebelah kantor Dindik yang sedang dibangun," kata Agus, Senin, 31 Agustus 2026.

Lahan SMPN 4 di Jalan Juhdi menjadi incaran Pemkot Serang untuk disulap jadi gedung parkir demi menunjang penataan kawasan bisnis Royal Baroe yang selama ini semrawut akibat minimnya kantong parkir. Meski begitu, Agus menekankan, rencana pemanfaatan lahan sekolah tersebut belum berstatus final.

"Ini masih planning. Bagaimana caranya kawasan Royal bisa nyaman untuk belanja, tapi kan masalahnya tidak ada tempat parkir. Kalau kajiannya bermanfaat bagi masyarakat ya kita lanjutkan, kalau tidak ya nanti ada forum diskusi," katanya.

Selain urusan kesiapan teknis, Dindikbud juga menyoroti status bangunan SMPN 4 yang tergolong cagar budaya dan memiliki histori panjang. Nilai sejarah ini menjadi salah satu poin krusial yang wajib dipertimbangkan sebelum mengeksekusi lahan. Di sisi lain, pihak sekolah sejauh ini juga belum berkonsolidasi langsung dengan Dindikbud terkait wacana relokasi tersebut.

"Kepala sekolah juga belum ada komunikasi dengan kita. Cuma kalau berdasarkan kajian memang harus dijadikan tempat parkir, ya kita siap-siap berbenah dan lihat konsekuensinya," pungkas Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....