Masjid di Tangsel Jadi Ruang Belajar Keterampilan Digital

  • 31 Agt 2026 09:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangsel - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Digital Academy Innovation Center di Masjid Al-Kautsar, Villa Dago Pamulang, Sabtu, 29 Agustus 2026. Mengusung tema “Kolaborasi untuk Generasi Masjid”, program tersebut menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan digital bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin mengatakan, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui GPS Digital Academy Innovation Center, diharapkan lahir generasi muda yang melek teknologi di Kota Tangerang Selatan.

“Hari ini, sesungguhnya kami tidak hanya berkumpul untuk menandatangani sebuah nota kesepahaman, tidak juga sekadar meresmikan sebuah program pelatihan. Hari ini kami sedang menanam sebuah harapan. Dengan program ini akan lahir generasi-generasi terbaik dari lingkungan masjid di Kota Tangerang Selatan,” ujar Asep dalam siaran pers yang dikutip RRI dari laman tangerangselatankota.go.id, Senin, 31 Agustus 2026.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat di bidang digital. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dengan menghadirkan berbagai program pelatihan dan edukasi.

Dia menyebut, Diskominfo Tangsel telah mengembangkan infrastruktur digital sejak beberapa tahun lalu, termasuk menyediakan akses internet gratis di berbagai ruang publik dan lingkungan masyarakat. Namun, ia menegaskan, penyediaan infrastruktur saja tidak cukup. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif.

“Transformasi digital yang sesungguhnya adalah transformasi manusia. Teknologi boleh berubah setiap tahun. Aplikasi boleh datang dan pergi. Artificial Intelligence (AI) boleh berkembang semakin canggih. Tetapi pada akhirnya, kemajuan sebuah kota tetap ditentukan oleh kualitas manusianya, dan ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Sementara Ketua GPS Tangsel, Moh. Sartono mengatakan, GPS Digital Academy Innovation Center merupakan upaya untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi yang dihadapi generasi muda.

Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton atau pengguna teknologi. Mereka perlu memiliki keterampilan untuk memanfaatkan perkembangan digital secara produktif dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan.

“Kita tidak boleh menjadikan generasi muda hanya sebagai penonton, konsumen, atau bahkan menjadi korban dari derasnya perkembangan teknologi ini,” ujarnya.

Melalui GPS Digital Academy Innovation Center, pihaknya ingin mengembangkan peran masjid sebagai ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami ingin masjid menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda untuk menatap masa depan. Di sini mereka bisa belajar coding, membuat konten kreatif yang positif, dan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....