Pemkot Tangsel Janji Naikkan Insentif Guru Ngaji Secara Bertahap

  • 20 Agt 2026 12:14 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangsel - Perkembangan teknologi digital dan kepungan gawai kini jadi ancaman nyata bagi moral anak-anak. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mendorong penguatan peran guru ngaji sebagai benteng pertahanan karakter generasi muda.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menegaskan, tugas guru ngaji saat ini makin berat. Mereka tak cuma dituntut mengajarkan huruf hijaiyah atau kelancaran membaca Al-Qur'an, tetapi juga ikut mengawal akhlak anak-anak dari paparan konten negatif di internet.

"Kita harus mencerdaskan anak-anak kita supaya generasi ke depan menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia, memiliki iman dan takwa, serta menguasai ilmu-ilmu Al-Qur’an. Ini pekerjaan rumah yang tidak mudah," ujar Pilar seperti yang dikutip RRI dari laman tangerangselatankota.go.id, Kamis, 20 Agustus 2026.

Pilar menyoroti kemudahan anak-anak zaman sekarang dalam menggenggam gawai dan mengakses media sosial. Tanpa pengawasan ekstra, berbagai pengaruh buruk berpotensi mengikis nilai-nilai agama yang diajarkan di rumah maupun sekolah.

"Jangan sampai anak-anak kita terpapar hal-hal negatif. Ini bukan hanya tantangan pemerintah atau orang tua, tetapi juga menjadi tantangan kita bersama, termasuk para guru ngaji," tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi menjaga benteng moral warga, Pemkot Tangsel terus mengulurkan bantuan insentif bagi para pengajar ilmu agama di wilayahnya. Kehadiran insentif ini diharapkan bisa menopang Kesejahteraan para guru ngaji agar tetap bersemangat mendidik di lingkungan masing-masing.

Pilar pun mewanti-wanti agar keberadaan guru ngaji jangan pernah dikesampingkan oleh perkembangan zaman. "Jangan sampai guru ngaji ditinggalkan oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak lagi membutuhkan kehadiran guru ngaji, karena kalau itu terjadi, nilai-nilai religius di Tangerang Selatan bisa semakin terkikis," kata Pilar.

Ke depan, Pemkot Tangsel berkomitmen untuk mengupayakan kenaikan nilai insentif tersebut dengan menyesuaikan kemampuan APBD serta dukungan dari DPRD setempat.

"Kita harus terus berupaya agar insentif guru ngaji bisa lebih baik lagi. Mudah-mudahan ke depan, dengan dukungan DPRD dan kemampuan APBD, kesejahteraan para guru ngaji juga bisa terus meningkat," ujar dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....