Diskominfo Tangsel Intensifkan Literasi Digital Sampai Pesantren

  • 12 Agt 2026 08:22 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan memperluas program edukasi literasi digital ke komunitas santri, remaja masjid, dan organisasi kepemudaan tingkat RT/RW untuk menghadapi serbuan teknologi dan kecerdasan buatan.
  • Program ini dirancang agar warga tidak hanya mahir menggunakan ponsel pintar, tetapi juga kebal dari hoaks dan mampu menyaring konten buatan AI yang semakin menyebar luas.
  • Kepala Diskominfo Tb. Asep Nurdin menegaskan bahwa edukasi kecakapan digital harus melampaui lingkungan sekolah formal dan instansi pemerintah untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

RRI.CO.ID, Tangsel - Serbuan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memicu Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan untuk bergerak cepat. Pemkot Tangsel kini menggenjot edukasi literasi digital hingga merambah ke komunitas santri, remaja masjid, dan organisasi kepemudaan di tingkat RT/RW.

Langkah ini diambil agar warga tak sekadar jago memakai ponsel pintar, tetapi juga kebal dari hoaks dan piawai menyaring konten buatan AI yang kian menjamur. Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin menegaskan, kecakapan digital tak boleh berhenti di lingkungan sekolah formal atau instansi pemerintah saja.

"Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan teknologi secara bijak, mampu memilah informasi, dan tidak mudah percaya," ujar Asep, Selasa, 11 Agustus 2026.

"Sekarang ini AI makin canggih, bikin teks, foto, sampai video bohong cuma butuh hitungan detik. Kalau warga tidak diajari cara verifikasi data dan jaga keamanan akun, mereka sangat rentan jadi korban manipulasi," kata dia.

Asep menjelaskan, materi edukasi bakal disesuaikan dengan kebutuhan kelompok masyarakat. Bagi kalangan santri dan pemuda, Diskominfo mendorong pemanfaatan AI untuk belajar dan memproduksi konten-konten positif.

Sementara di tingkat kewilayahan, edukasi difokuskan pada penguasaan layanan publik berbasis aplikasi serta tata cara menyampaikan aspirasi secara aman. Tak hanya itu, masjid-masjid juga bakal disuntik jaringan internet yang dipadukan dengan pelatihan digitalisasi.

"Kita ingin literasi digital ini hadir sampai ke bawah. Masuk ke pesantren, komunitas pemuda, masjid, sampai tingkat kelurahan. Masjid bukan cuma buat tempat ibadah, tapi juga jadi pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi warga," kata Asep.

Asep mengingatkan, pembangunan infrastruktur internet dan aplikasi bakal sia-sia jika kemampuan penggunanya jalan di tempat. "Teknologinya akan terus berkembang cepat. Jangan sampai aplikasinya canggih, tapi pemahaman warganya ketinggalan. Kita mau warga Tangsel itu cerdas berkarya dan aman di dunia digital," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....