Krisis Air Bersih di Pandeglang Meluas ke Delapan Kecamatan

  • 23 Jul 2026 11:24 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Dampak musim kemarau di Kabupaten Pandeglang, Banten telah meluas dan menyentuh ribuan warga dengan krisis air bersih yang semakin parah.
  • Wilayah terdampak krisis air bersih mencakup 19 desa yang tersebar di delapan kecamatan yaitu Cadasari, Karangtanjung, Sindangresmi, Angsana, Patia, Cikeusik, Labuan, dan Picung.
  • BPBD-PK Kabupaten Pandeglang terus menerima permintaan bantuan air bersih dari berbagai wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air bersih akibat kemarau.

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dampak musim kemarau di Kabupaten Pandeglang, Banten, kian meluas dan mulai dirasakan oleh ribuan warga. Berdasarkan pendataan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, mencatat wilayah yang mengalami krisis air bersih kini telah mencakup 19 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati menjelaskan, hingga saat ini permohonan bantuan air bersih terus berdatangan dari berbagai wilayah. Delapan kecamatan yang terdampak meliputi Cadasari, Karangtanjung, Sindangresmi, Angsana, Patia, Cikeusik, Labuan, serta Picung.

"Bantuan yang sudah kami distribusikan mencapai 158.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan yang mencakup sedikitnya 2.075 jiwa di wilayah-wilayah tersebut," ujar Lilis, Kamis 23 Juli 2026.

Untuk mempercepat proses penyaluran di tengah keterbatasan akses, BPBD-PK mengerahkan tiga unit mobil tangki dengan kapasitas bervariasi antara 4.000 hingga 8.000 liter, termasuk armada dukungan dari BPBD Provinsi Banten. Pihaknya mencatat bahwa wilayah Pandeglang bagian selatan, khususnya Kecamatan Sindangresmi dan Angsana, menjadi titik dengan tingkat keparahan kekeringan yang paling tinggi.

Meluasnya kekeringan ini disebutnya dipicu oleh mengeringnya sumur gali dan sumur bor milik warga akibat kemarau panjang. Bahkan, sumur bor sedalam 30 hingga 40 meter dilaporkan sudah tidak lagi mampu memproduksi air secara normal.

"Selagi cuaca masih panas kemaraupun akan lama sepertinya, dan potensi kekeringan pasti akan semakin meluas," ujarnya.

BPBD-PK Pandeglang memperkirakan potensi penambahan wilayah terdampak masih cukup tinggi jika musim kemarau terus berlanjut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyuplai air bersih secara berkala berdasarkan permohonan dari pemerintah desa dan kecamatan demi meringankan beban warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air minum dan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....