SRT37 Serang Buka Harapan Pendidikan Anak Keluarga Kurang Mampu

  • 28 Agt 2026 17:35 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kesempatan mendapatkan pendidikan menjadi alasan sejumlah orang tua di Kota Serang memilih Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 (SRT37) Serang, bagi anak-anak mereka. Keterbatasan biaya tidak menghalangi keluarga untuk tetap mendorong anak melanjutkan pendidikan.

Salah satunya Siti Sarah, warga Banten Girang, Kota Serang. Ia memilih SRT37 untuk putrinya, Gezhalia, yang kini duduk di tingkat SMA. Gezhalia memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan menjadi polisi wanita atau polwan.

Sarah membesarkan dua anak seorang diri setelah suaminya meninggal ketika anaknya masih duduk di bangku SD. Sehari-hari, Sarah bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Bagi Sarah, keinginan putrinya melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia berharap kesempatan melalui SRT37 dapat membantu Gezhalia meraih cita-cita menjadi polwan.

“Saya ingin anak saya bisa mencapai apa yang menjadi cita-citanya. Anak-anak miskin dengan adanya program ini bisa maju dan terangkat derajatnya,” ujar Sarah saat mengantar anaknya mengikuti MPLS SRT37 di Pandeglang, Jumat, 28 Agustus 2026.

Gezhalia sempat takut ketika pertama kali mengetahui akan mengikuti Sekolah Rakyat. Kekhawatiran itu muncul karena harus berpisah dengan ibunya.

Sarah kemudian terus memberikan pemahaman agar putrinya berani menghadapi lingkungan baru dan mulai belajar mandiri. “Awal-awal dia takut, karena takut ditinggal orang tua. Saya kasih arahan, harus berani, harus kuat, mengejar cita-cita, dan belajar mandiri,” katanya.

Setelah mendapat dukungan dari ibunya, Gezhalia akhirnya bersedia mengikuti Sekolah Rakyat. Sarah bahkan melihat antusiasme putrinya menjelang keberangkatan ke Pandeglang.

“Dari jam empat dia enggak tidur. ‘Kapan mau berangkat?’ Dia sudah bangun, siap-siap mandi dan membereskan barang-barang,” kata Sarah.

Sarah berharap Gezhalia dapat menyelesaikan pendidikan di SRT37 dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Ia ingin putrinya memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar pendidikan dan masa depan yang diimpikannya.

Pilihan mengikuti SRT37 juga diambil keluarga dari Kampung Cipocok, Kota Serang. Tiga anak dalam satu keluarga yang merupakan kembar tiga ikut berangkat ke Pandeglang untuk mengikuti MPLS.

Suntika, kakak dari tiga anak kembar tersebut, mengatakan keterbatasan biaya menjadi pertimbangan keluarga memilih Sekolah Rakyat. “Sekolah Rakyat ini sangat membantu kami, terutama karena biaya pendidikan untuk tiga anak sekaligus cukup berat. Kami ingin adik-adik tetap bisa sekolah dan mengejar cita-citanya. Mudah-mudahan mereka bisa belajar dengan baik, mandiri, dan melanjutkan pendidikan sampai tinggi,” ujar Suntika.

Menurut Suntika, kesempatan mengikuti SRT37 membuat keluarga tetap dapat memberikan pendidikan kepada ketiga adiknya tanpa menambah beban pengeluaran. Ia berharap ketiganya dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah baru, mengikuti pendidikan dengan baik dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi calon peserta yang memenuhi persyaratan sesuai kondisi sosial ekonomi keluarga. “Sekolah Rakyat persyaratannya memang detail, berdasarkan desil. Jadi memang dia harus masuk ke desil satu, dua baru bisa SR,” ujar Nur Agis.

Tahun ini, sebanyak 133 siswa Kota Serang mengikuti SRT37 di Pandeglang. Peserta terdiri dari 30 siswa SD, 60 siswa SMP dan 43 siswa SMA. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 118 siswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....