BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami Anak Krakatau
- 24 Agt 2026 19:42 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena letusan gunung api tidak hanya dapat menimbulkan gempa vulkanik, tetapi juga berpotensi memicu tsunami dalam kondisi tertentu. Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, BMKG terus mendukung sistem pemantauan dan peringatan dini tsunami di wilayah sekitar Selat Sunda.
Kepala Stasiun Geofisika Serang, Margiono, menjelaskan gempa yang muncul akibat aktivitas gunung api berbeda dengan gempa tektonik. Gempa vulkanik terjadi sebagai bagian dari aktivitas erupsi dan umumnya memiliki kekuatan relatif kecil serta pusat gempa yang berada di sekitar gunung.
"Meskipun gempa vulkanik umumnya tidak dirasakan secara luas, aktivitas gunung api tetap perlu dipantau karena dalam kondisi tertentu letusan dapat memicu tsunami," ujarnya saat dialog bersama RRI Banten, Senin, 24 Agustus 2026. Ia mencontohkan peristiwa tsunami tahun 2018 di wilayah sekitar Selat Sunda yang dikaitkan dengan longsoran akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BMKG telah memasang sejumlah perangkat untuk mendukung pemantauan perubahan muka laut dan peringatan dini tsunami. Dalam keterangannya, Margiono menyebut terdapat lima alat pemantau tsunami yang digunakan untuk mendeteksi perubahan muka laut apabila terjadi fenomena tsunami akibat aktivitas gunung api. Selain itu, sejumlah sirene tsunami juga telah dipasang di beberapa wilayah.
Margiono menegaskan, sistem peringatan dini tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk mengantisipasi tsunami akibat erupsi Anak Krakatau. Perangkat yang dipasang juga dapat mendukung peringatan tsunami yang dipicu oleh gempa bumi maupun sumber lainnya.
Dengan demikian, sistem tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan masyarakat terhadap berbagai potensi tsunami. "Di sisi lain, masyarakat diminta tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi," ujarnya.
Untuk informasi mengenai aktivitas vulkanik, masyarakat diarahkan mengikuti keterangan dari lembaga yang memiliki kewenangan di bidang vulkanologi. Sementara informasi mengenai gempa bumi dan peringatan tsunami dapat diperoleh melalui BMKG.
Margiono mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Info BMKG yang menyediakan informasi gempa bumi, cuaca, peringatan dini tsunami, gelombang, dan iklim secara gratis.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang cepat dan akurat sekaligus menghindari kepanikan akibat kabar yang tidak benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....