Enam Hektar Lahan di Cigeulis Terbakar
- 24 Agt 2026 09:23 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Kebakaran lahan seluas kurang lebih enam hektar melanda kawasan Kampung Cipenyu, Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu malam 23 Agustus 2026. Amukan api yang melahap area ilalang tersebut sempat memicu kepanikan warga sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Sektor Labuan, Aip Sumarna, menjelaskan peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pada pukul 18.00 WIB. Menurutnya masyarakat sempat berupaya memadamkan kobaran api secara mandiri menggunakan alat semprot tanaman gendong sebelum melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam.
"Kami terima laporan sekitar pukul delapan malam, langsung berangkat ke lokasi dengan membawa dua unit mobil damkar ditambah satu unit mobil tangki air dengan jumlah personel sebanyak 13 orang dari BPBD PK Pandeglang," ujar Aip, Senin 24 Agustus 2026.
Petugas gabungan langsung bergerak cepat melakukan penanganan setibanya di lokasi kejadian. Medan yang sulit serta lokasi titik api yang jauh dari jangkauan kendaraan roda empat disebutnya membuat proses pemadaman harus dibantu secara manual oleh warga.
Warga dan petugas berjibaku memadamkan sisa api menggunakan peralatan tradisional seperti parang, pelepah pisang, dan ranting kayu. "Area yang terbakar itu ilalang kurang lebih sekitar enam hektar, dan karena lokasi yang terbakar sangat jauh serta tidak bisa dimasuki unit pemadam maka anggota dibantu masyarakat melakukan pemadaman secara manual hingga api baru dapat dipadamkan sekitar dua jam," katanya.
Beruntung tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka-luka dalam insiden kebakaran lahan tersebut. Berdasarkan analisis petugas di lapangan, kobaran api diduga kuat berasal dari kelalaian pengendara yang membuang puntung rokok sembarangan di sekitar area ilalang kering.
"Diduga akibat rokok, warga diimbau agar tidak membuang puntung rokok atau membakar sampah sembarangan karena dapat berpotensi menyebabkan kebakaran," kata Aip.
Setelah proses penyisiran dan pendinginan, dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali. Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi kebakaran lahan sangat tinggi selama musim kemarau panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....