Target Gabah Lebak Optimistis Lampaui Sasaran Panen Tahun 2026
- 05 Agt 2026 08:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Dinas Pertanian Kabupaten Lebak optimistis target produksi gabah kering panen (GKP) pada 2026 akan tercapai bahkan melampaui sasaran yang telah ditetapkan. Target produksi gabah kering panen di Kabupaten Lebak pada tahun ini mencapai lebih dari 691 ribu ton. Hingga akhir Juni 2026, realisasi produksi telah mencapai sekitar 475 ribu ton. Dengan capaian tersebut, masih tersedia waktu sekitar enam bulan untuk mengejar sisa target produksi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pihaknya optimistis target tersebut dapat direalisasikan. "Pencapaian produksi hingga pertengahan tahun menunjukkan tren yang positif. Kami optimistis target 691 ribu ton lebih dapat tercapai, bahkan berpotensi terlampaui," kata Rahmat Yuniar di Lebak, Selasa, 4 Agustus 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Kabupaten Lebak dalam mendukung program swasembada pangan nasional dan memperkuat ketahanan pangan pemerintah. Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pertanian terus melakukan berbagai langkah strategis di lapangan.
Salah satunya dengan menurunkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk memantau kondisi tanaman padi di berbagai sentra produksi. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sekitar 341 hektare tanaman padi yang terdampak organisme pengganggu maupun kondisi cuaca.
Namun demikian, kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap target produksi. "Tanaman padi yang terdampak sekitar 341 hektare, tetapi sebagian besar sudah memasuki fase pengisian bulir hingga menjelang panen sehingga kondisinya masih cukup baik," ujar Rahmat.
Selain gangguan organisme pengganggu, musim kemarau juga sempat memengaruhi sebagian lahan pertanian. Sekitar 14 hektare sawah dilaporkan terdampak kekeringan. Meski begitu, kondisi tersebut berhasil diatasi melalui pemanfaatan irigasi perpompaan. "Kemarin hampir 14 hektare terdampak kemarau, tetapi dapat segera ditangani melalui irigasi perpompaan sehingga tanaman tetap bisa diselamatkan," katanya.
Rahmat menjelaskan, pemerintah daerah terus memperkuat dukungan terhadap petani selama musim kemarau berlangsung. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan mesin pompa air bagi kelompok tani yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian ketika curah hujan menurun. Selain bantuan sarana produksi, Dinas Pertanian juga terus memberikan pendampingan kepada petani.
Petani diimbau memperhatikan ketersediaan sumber air sebelum melakukan penanaman. Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi hingga masa panen. "Kami mengimbau petani yang akan mulai tanam agar mempertimbangkan ketersediaan sumber air sehingga pengairan sawah tetap terjaga selama musim kemarau," ujar Rahmat.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, petugas POPT, dan para petani menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Lebak. Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak optimistis target produksi gabah kering panen tahun 2026 tidak hanya tercapai, tetapi juga mampu melampaui sasaran sekaligus memperkuat kontribusi daerah terhadap swasembada pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....