Petani Lebak Semringah, Harga Gabah Tembus Rp8.000 Per Kilogram

  • 21 Agt 2026 10:30 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Petani di Kabupaten Lebak, menyambut positif kenaikan harga gabah kering pungut (GKP) yang kini menembus Rp8.000 per kilogram. Harga tersebut berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak, Ruhiana, mengatakan kenaikan harga gabah memberikan harapan bagi petani untuk memperoleh keuntungan lebih baik. "Petani tentu menyambut positif harga gabah yang mencapai Rp8.000 per kilogram karena sudah melampaui HPP," kata Ruhiana di Lebak, Kamis, 20 Agustus 2026.

Panen pada Agustus 2026 di wilayahnya mencakup areal sekitar 150 hektare. Ia meyakini hasil panen tersebut dapat memberikan keuntungan cukup besar bagi petani, meskipun produksi pada musim kemarau cenderung menurun.

"Panen Agustus 2026 ini luasnya sekitar 150 hektare dan kami berharap petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar," ujarnya.

Sebagian besar hasil panen padi di wilayah tersebut ditampung oleh Gapoktan Sukabungah untuk selanjutnya diproses menjadi beras. Beras hasil produksi Gapoktan Sukabungah kemudian dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Banten. Selain pasar tradisional, produksi beras tersebut juga dipasok untuk memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ruhiana mengatakan, Gapoktan menampung gabah dari petani dengan harga Rp8.000 per kilogram. Setelah melalui proses pengolahan, beras tersebut kemudian dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp13.500 per kilogram.

"Kami menampung gabah petani dengan harga Rp8.000 per kilogram, kemudian beras hasil produksinya dijual sesuai HET Rp13.500 per kilogram," katanya.

Kenaikan harga gabah saat ini dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kondisi musim kemarau panjang. Musim kemarau membuat produksi gabah diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan musim panen pada Januari hingga Maret.

"Produksi gabah pada musim kemarau menurun dibandingkan panen Januari sampai Maret, sehingga pasokan ikut berkurang," ujarnya.

Pada panen Agustus 2026, produktivitas rata-rata padi di wilayah tersebut mencapai sekitar lima ton GKP per hektare. Namun, rata-rata gabah yang dijual petani sekitar empat ton per hektare dengan harga Rp8.000 per kilogram. Dengan jumlah penjualan tersebut, petani berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp32 juta per hektare.

"Kalau petani menjual empat ton gabah dengan harga Rp8.000 per kilogram, pendapatannya bisa mencapai Rp32 juta per hektare," kata Ruhiana.

Seorang penampung, Imas, mengaku saat ini menampung gabah dari petani dengan harga Rp8.000 per kilogram. Ia mengatakan harga tersebut mengikuti perkembangan harga gabah yang berlaku di pasaran.

"Saya menampung gabah di tingkat petani dengan harga Rp8.000 per kilogram karena menyesuaikan harga pasaran," ujar Imas.

Dia menambahkan, pasokan gabah pada musim kemarau cenderung menurun karena tidak semua lahan petani memiliki sumber air yang memadai. "Produksi gabah saat musim kemarau menurun. Petani yang tidak memiliki sumber air bahkan terpaksa menganggur," katanya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, membenarkan harga gabah di tingkat petani kini mencapai Rp8.000 per kilogram. Ia berharap harga gabah yang tetap tinggi dapat memberikan keuntungan bagi petani sekaligus menjaga semangat produksi padi di Kabupaten Lebak.

"Harga gabah di tingkat petani saat ini menembus Rp8.000 per kilogram karena musim panen relatif menurun akibat kemarau panjang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....