Petani Lebak Panen Dini Akibat Kemarau Panjang
- 08 Agt 2026 11:01 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kemarau panjang memaksa petani di Kabupaten Lebak memanen padi lebih awal meskipun bulir belum berisi sempurna.
- Petani mengambil keputusan panen darurat untuk menyelamatkan sisa modal ketimbang menanggung rugi total dari kematian tanaman.
- Krisis air menyebabkan batang padi menguning kusam, membatasi opsi petani dalam pengelolaan hasil panen mereka.
RRI.CO.ID, Lebak - Kemarau panjang yang melanda sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Banten, memaksa para petani memanen padi lebih awal. Langkah ini diambil demi menyelamatkan sisa modal ketimbang menanggung rugi total akibat tanaman mati mendadak.
Meski bulir padi belum berisi sempurna, para petani tak punya banyak opsi selain memotong batang padi yang mulai menguning kusam akibat krisis air.
Salah seorang petani di Lebak, Udin menceritakan, areal sawah di wilayahnya yang mengering diperkirakan mencapai 50 hektare.
"Kami terpaksa memanen lebih awal karena kalau menunggu lebih lama, tanaman bisa mati kekeringan dan hasilnya justru tidak ada sama sekali," kata Udin dengan nada lesu, Jumat 7 Agustus 2026.
"Sumpah, kondisinya parah. Daripada hangus semua dipanggang panas, ya mumpung masih ada gabah yang bisa diselamatkan walau sedikit," ucap Udin.
Dia membeberkan, dalam kondisi normal, satu hektare sawah mampu menghasilkan hingga 5 ton gabah kering pungut. Namun akibat dipanen paksa sebelum waktunya, per hektare kini cuma menyisakan sekitar 1,5 ton gabah. Anjloknya hasil panen ini dipastikan bikin petani tekor karena tak sanggup menutup modal awal tanam.
Nasib serupa dirasakan Misbah, petani di kawasan Rangkasbitung. Dari lahan garapan seluas 5.000 meter persegi, ia cuma bisa gigit jari lantaran hanya mengantongi sekitar 5 kuintal gabah.
"Daripada tidak mendapatkan hasil sama sekali, kami memilih panen sekarang walaupun hasilnya jauh berkurang," ujar Misbah.
Fenomena panen dini ini dibenarkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Kepala Bidang Produksi Pangan Dinas Pertanian Lebak, Dodi Hermawan menyebut, kekeringan ini memukul hampir seluruh areal persawahan tadah hujan.
"Petani di sejumlah wilayah memang memilih panen dini karena kondisi sawah kekurangan air. Produktivitas dipastikan menurun karena rata-rata usia tanaman baru sekitar 85 hari setelah tanam," kata Dodi.
Padahal, usia ideal padi siap panen biasanya berada di angka 100 sampai 110 hari. Dodi menambahkan, pihak dinas kini mengencangkan pemantauan di lapangan dan menyiapkan skema bantuan pompa air untuk menekan kerugian petani pada musim tanam berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....